jayandaru-patung-1Sidoarjo, LiputanIslam.com — Jika di Suriah dan Irak kita mendapati berbagai situs sejarah dihancurkan oleh kelompok teroris takfiri karena dianggap sebagai bahaya yang memicu ummat manusia pada kesyirikan, maka hal yang bermotif serupa juga terjadi di Indonesia. Baru-baru ini, sebanyak sembilan patung Jayandaru yang telah terpasang di sisi timur Alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur, dibongkar.

Tepatnya pada Jumat, 27 Februari 2015, patung setinggi 25 meter berwujud petani, pedagang, dan nelayan yang mewakili masyarakat Sidoarjo itu dianggap berhala karena berpostur sempurna dan menjulang setinggi 25 meter.

“Patung-patung ini akan kami kembalikan kepada pemberinya, yaitu PT Sekar Laut Sidoarjo (lewat program CSR). Terserah mereka akan dipindahkan ke mana,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Sidoarjo, Bachrul Amik, seperti dilaporkan Tempo.

Bachrul mengatakan penurunan kembali patung Jayandaru mengikuti desakan sejumlah organisasi masyarakat. Mereka yang dimaksud Bachrul adalah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor, serta seluruh santri pondok pesantren di Sidoarjo.

Menurut Bachrul, pemerintah Sidoarjo akan mendesain ulang bekas lokasi kesembilan patung yang dibongkar itu. Namun ia masih belum bisa membeberkan secara detail desain penggantinya.

Sebelumnya patung-patung karya Wayan Winten itu didesain mengelilingi Monumen Udang dan Bandeng yang menjadi ikon Kabupaten Sidoarjo. Namun, setelah berdiri, sejumlah ormas itu menyatakan menolaknya. Selain dianggap berhala, alasan lainnya adalah keberadaan patung Jayandaru bertentangan dengan simbol Kabupaten Sidoarjo di sekitar alun-alun yang terdapat lafaz Asmaul Husna atau nama-nama Allah.

Saat dimintai tanggapannya, Ketua PC GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono berkomentar singkat saja. “Alhamdulillah kalau sudah diturunkan,” kata dia.

Jika masyarakat didoktrin dengan menyatakan bahwa patung adalah berhala, maka hal ini akan sangat berbahaya bagi Indonesia. Negeri ini memiliki begitu banyak patung, candi, dan monumen-monumen bersejarah yang secara simbolik merujuk pada persitiwa tertentu. Apa jadinya jika patung-patung ini dirobohkan karena dianggap berhala? (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*