Sumber: nu.or.id

Kuala Lumpur, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj  menyampaikan kepada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya, tetapi  tidak melupakan budaya bangsa sendiri. Kiai Said menyesalkan, saat ini banyak orang Indonesia pergi ke Arab yang tidak dapat ilmu, tetapi pulangnya malah membawa budaya Arab ke tanah air.

“Sekarang banyak orang pulang dari Arab enggak dapat ilmu tapi jenggot dipanjangin, pakai gamis, jidat hitam,” ujar Kiai Said saat mengisi tausiah pada acara Pesta Rakyat untuk WNI di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (24/9).

Menurutnya, untuk mempertahankan suatu bangsa, selain moral masyarakat harus baik, tetapi kita juga dituntut agar bisa mempertahankan budaya asli bangsa kita terlebih dahulu. “Akhlaknya mulia, moralnya baik, budayanya mulia, negara itu bertahan lama. Tapi jika tidak, bisa cepat hancur negara itu,” ungkapnya.

Kiai Said kemudian menceritakan pengalamannya setelah pulang belajar dari Arab Saudi. “Pulang dari Arab saya bawa ilmu, bukan budayanya. Ilmu tafsir, faqih faslafat islam, budayanya tidak,” tuturnya.

Sementara pada acara Sambutan Maal Hijrah 1439 H di Malaysia, Kiai Said juga menyampaikan betapa Islam Nusantara yang damai, toleran dan ramah, dapat menjadi jembatan untuk diplomasi perdamaian. “Saat ini, tantangan perdamaian sangat besar. Kasus yang terjadi di Myanmar harus menjadi perhatian kita. Bagaimana kita mencegah pembunuhan manusia, itu tidak dibenarkan atas nama apapun,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan betapa Nahdlatul Ulama berperan aktif untuk perdamaian di Rakhine, Myanmar. “NU bersama pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk menginisiasi perdamaian. PBNU juga mengirim delegasi untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan,” ucap Kiai Said. (Ar/NU Online/Tribun News).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL