Sumber: kemenag.go.id

Depok, LiputanIslam.com– Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa jabatan pada hakikatnya adalah ujian. Baginya, mengemban amanah sebagai Menteri Agama dari pemerintah merupakan suatu ujian, apakah akhirnya khusnul khatimah atau tidak.

Demikian itu disampaikan Menag saat menghadiri acara Darul Akhyar Open Registration Day 2019 and Inspiring Dialogue di Pondok Pesantren Pesantren Darul Akhyar yang mengusung tema “Dari Santri hingga Jadi Menteri”, di Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada Minggu (17/03).

“Saya menjadi Menteri, hakikatnya adalah amanah. Sebenarnya saya sedang diuji,” ucapnya.

Menag menjelaskan, ketika dirinya diberi amanah sebagai Menteri Agama, itu berarti dirinya sedang dalam ujian. “Sebenarnya, santri bisa menjadi apa saja. Jabatan bukan menjadi satu-satunya medan perjuangan. Santri bisa menjadi guru, ustad, birokrat, itu semua sama mulianya, selama jabatan yang kita sandang mampu menebarkan kemaslahatan bagi sesama,” katanya.

Menag juga menambahkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, khairunnas anfa’uhum linnas, bahwa setiap manusia terlihat dan dapat dinilai baik ketika yang paling banyak bermanfaat bagi sesama. Sebab, kebajikan yang ditebarkan adalah ukuran kebaikan seseorang. (aw/kemenag).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*