Sumber: nu.or.id

Kota Bengkulu, LiputanIslam.com– Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos), Khofifah Indar Parawansa tertegun beberapa saat ketika berada di hadapan mesin jahit Fatmawati. Mesin jahit yang berwarna merah jingga itu merupakan mesin jahit bersejarah yang digunakan Ibu Negara Fatmawati untuk menjahit bendera pusaka merah putih.

Mensos Khofifah mengaku terkesan dengan mesin jahit model klasik yang masih asli tersebut saat berkunjung ke Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada Sabtu (12/8). Khofifah mengungkapkan, bahwa mesin jahit itu mengingatkan kita kepada sang penjahit bendera merah putih pertama Ibu Fatmawati Soekarno.

“Saya sempat tertegun lama sebelum benar-benar menyentuh salah satu benda sakral milik bangsa ini. Milik Ibu Negara pertama, Ibu Fatmawati Soekarno,” ungkapnya.

Mensos Khofifah menjelaskan, bahwa mesin jahit bersejarah itu kini tersimpan di rumah kediaman Fatmawati di Kota Bengkulu.  Mesin jahit tersebut sangat sederhana karena hanya digerakkan dengan tangan tidak seperti mesin jahit yang ada saat ini. “Dari mesin jahit tangan buatan tahun 1941 inilah lahir bendera merah putih pertama Indonesia,” ucapnya.

Menurutnya, merah putih lebih dari secarik kain berwarna merah dan putih. Di situ ada air mata, tumpahan darah, pengorbanan, dan semangat membara para pendahulu bangsa sehingga bangsa Indonesia saat ini banggsa mengibarkan bendera merah putih.“Karenanya, hindari tindakan yang bisa menodai merah putih misalnya anarkisme, intoleransi, radikalisme, narkoba, atau keinginan mengganti bendera tersebut,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Mensos Khofifah kembali menegaskan, bagi bangsa Indonesia merah putih tidak sekadar identitas bangsa, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa dan negara. “Mari jaga merah putih. Mari jaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” serunya. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL