Sumber: nu.or.id

Ciputat, LiputanIslam.com– Wakil Pemimpin Redaksi NU Online, A. Khoirul Anam menyampaikan peran apa saja yang dapat dilakukan oleh para santri di era digital sekarang ini. Menurutnya, santri adalah orang-orang pilihan. Di era digital saat ini, para santri dapat mengambil peran atau berkontribusi dengan cara memberikan pemahaman keislaman yang benar, Islam yang ramah dan moderat.

“Di era digital ini, santri sudah masuk ke dalam lini-lini tersebut, seperti contoh yang baru-baru ini terjadi yakni peristiwa gerhana bulan, di mana kaum santri melakukan perannya pada kesempatan tersebut dengan melakukan visualisasi terhadap tata cara sholat gerhana dan disebarkan lewat dunia digital,” ungkapnya pada acara diskusi di Islam Nusantara Center (INC) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, seperti dilansir NU Online, pada Minggu (4/2).

Menurut Anam, para santri dalam menghadapi dunia digital telah dituntut untuk melakukan perlawanan berbagai informasi keagamaan yang tidak sesuai dengan dunia santri. Mereka sudah seharusnya melakukan Islamisasi dalam artian yang sebenar-benarnya lewat dunia digital.

“Santri sudah saatnya memperkaya website-website keislaman dan memperbanyak konten-konten keislaman,” ujarnya.

Selain di bidang-bidang keagamaan, lanjut Anam, santri juga dapat berperan dalam mengisi bidang-bidang keilmuan lain. Sebab ketika di pesantren seorang santri tak hanya dituntut untuk menguasai bidang ilmu tertentu, mereka bebas memilih apapun yang diinginkan. Dan hanya orang-orang yang melihat dengan kacamata pesimistik yang menganggap santri hanya berkutat pada bidang agama saja.

“Dalam dunia pesantren tidak ada dikotomi antara pendidikan umum dan pendidikan agama, semuanya sama,” ucapnya.

Anam juga mengapresiasi para santri yang terus berkontribusi untuk masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. “Yang perlu kita perhatikan adalah mobilitas santri secara masif itu tidak melalui dunia politik, tidak melalui birokrasi, tapi melalui pendidikan, mereka masuk pada kultur besar dalam pergulatan keindonesiaan,” tambahnya. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*