Sumber: msn.com

UEA, LiputanIslam.com– Ulama kharismatik Indonesia sekaligus penulis Kitab Tafsir Al-Mishbah, Prof. M. Quraish Shihab menyampaikan pesan perdamaian kepada umat manusia dunia. Menurutnya, pada hakikatnya agama dan kemanusiaan berdampingan untuk menciptakan kehidupan yang damai dan harmoni.

Demikian hal itu disampaikan Quraish Shihab dalam pidatonya yang berjudul “Persaudaraan Manusia: Tantangan dan Kesempatan” di hadapan sekitar 400 ulama dan tokoh agama dalam Pertemuan Persaudaraan Manusia yang diadakan di Uni Emirat Arab (UEA), seperti dilansir tempo.co, pada Rabu (6/2).

“Tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan persudaraan manusia adalah peradaban modern yang terlalu mementingkan aspek material dan mesin, disertai dengan sifat rakus atau tamak, egoisme dan mengesampingkan manusia dan kemanusiaan,” ucapnya.

Namun begitu, lanjut Quraish, dirinya optimis perdamaian tetap bisa diwujudkan. Hal itu terlihat dalam hubungan yang baik antara tokoh-tokoh agama, saling tukar pikiran antarsesama, dengan gagasan-gagasan yang mencerahkan untuk kebaikan umat manusia dan kedamaian dunia.

“Namun, kami optimistis bahwa kesempatan untuk mewujudkan persaudaraan manusia, masih terbuka luas. Bukan saja karena kita harus optimis dalam segala hal, atau karena naluri kebaikan ada dalam diri setiap insan, tetapi karena tanda-tanda ke arah itu terbentang jelas di depan mata kita,” tuturnya.

Quraish Shihab merupakan salah satu pendiri Majelis Hukama Al-Islam bersama Grand Sheikh Al-Azhar serta beberapa ulama lainnya dari Maroko, Tunisia, Uni Emirat Arab dan Nigeria. Organisasi ini dipimpin oleh Dr. Ahmed At-Thayyeb, selaku Grand Sheikh Al-Azhar, Mesir. Sebelumnya, Quraish Shihab sempat bertemu dengan Paus Fransiskus pada Deklarasi Abu Dhabi. (aw/tempo).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*