Aqil Prabowo (Rizky/Marketeers)

Aqil Prabowo (Rizky/Marketeers)

Jakarta, LiputanIslam.com – Secara sekilas tak ada yang berbeda dari anak 10 tahun ini. Meskipun masih belia, Aqil Prabowo mampu menempatkan dirinya sebagai peserta termuda dalam daftar 50 Youth, Woman, Nitzen (YWN) 2015 versi Majalah Marketeers. Aqil Prabowo dikenal mampu merubah kertas putih biasa menjadi lukisan luar biasa yang bernilai tinggi.

Melukis telah merubah jalan hidupnya. Aqil sudah memproduksi lebih dari 30 lukisan yang luar biasa hingga menjadi sorotan media dalam negeri dan luar negeri seperti yang diberitakan the-marketeers.com.

Aqil yang juga menyukai Vincent Van Gogh ini memiliki ketertarikan yang berbeda dengan anak di usianya. Rumput dan Jamur lebih banyak dipilih Aqil sebagai objek lukisan utamanya. Bahkan berbagai media pun tak luput dari kreatifitasnya dalam menyalurkan passionnya itu.

Beberapa media yang berhasil diubah menjadi memiliki nilai lebih antara lain seperti kertas, kanvas, sepatu, baju, tas hingga pelindung kepala, helm.

Ia bertutur sedang memiliki rencana untuk menggambar di dinding kamar dan sepeda, tuturnya kepada wartawan.

Namun, dibalik kesuksesan Aqil kini, ternyata ada perjuangan yang harus dilakukan oleh kedua orang tuanya. Sejak kecil Aqil sudah bersahabat dengan disleksia. Jangankan untuk menghitung dan menulis, berkonsentrasi saja sulit bagi Aqil yang menderita disleksia.

Selama tiga tahun lamanya, Ibunda Aqil mengeksplorasi kelebihan yang dimiliki oleh Aqil. Meskipun tidak menonjol dalam bidang akademik, namun ternyata Aqil menyimpan bakat luar biasa dalam menggambar. Hal tersebut ditemukan setelah Aqil melakukan terapi dengan menggambar pattern. Sejak itulah sang Ibunda menyadari kekuatan tersembunyi dari anaknya tersebut.

Selain terapi menggambar pattern, Aqil harus menjalani terapi hiking. Setiap akhir pekan, Aqil menghabiskan waktunya menjelajahi gunung. Tak disangka, aktivitas terapinya itu justru memberikannya inspirasi untuk menggambar keindahan alam. Gambar yang dihasilkannya tak terlepas dari kegiatannya mengeksplorasi hutan dan gunung.

Salah satu prestasi yang membanggakan adalah ketika 30 lukisannya di tengah hutan Gunung Pancar, Bogor di pamerkan dengan tema FOREST MIND. Prestasi tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang anak kecil berusia 10 tahun dengen tema yang berbeda dan tempat yang unik. Tak ayal, pameran tersebut mendapat sorotan luas dari media dalam negeri dan luar negeri seperti CNN, NHK, KoreaTV hingga ke negeri Jerman.

Selain memiliki kegiatan road show Move For Creativity, gerakan yang mengajak orang tua dan anak-anak melakukan gerakan seacara fisik untuk meningkatkan kecerdasan dan kreativitas anak, Aqil juga tengah mempersiapkan pamerannya yang akan di gelar di Berlin pada pertengahan 2015 mendatang. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*