Gatot diolah dari singkong/TEMPO

Gatot diolah dari singkong/TEMPO

Jakarta, LiputanIslam.com – Siapa yang mengira jika singkong ternyata mampu meringankan beban anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral hingga 30 persen. Hal tersebut dilakukan demi menjalankan amanat surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang kewajiban penyajian menu tradisional dan buah lokal dalam setiap rapat yang digelar mulai 1 Desember 2014.

Seperti dilansir dari TEMPO, Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM, Saleh Abdurrahman mengatakan bahwa kebijakan tersebut bisa menekan anggaran makan hingga 25-30 persen. Jika dibandingkan antara makanan tradisional dengan makanan boks dengan panganan modern seperti risoles, lemper dan semacamnya tentu akan menambah anggaran makan. Dengan menyajikan menu tradisional maka akan menghemat anggaran.

Saleh memberikan sebuah gambaran, jika setiap rapat Biro Umum Kementerian ESDM membelanjakan dana sekitar Rp. 35.000 untuk menu makanan setiap orang. Dengan dana tersebut biasanya digunakan untuk membeli camilan dalam boks yang cukup modern seperti roti, risoles, dan lemper plus air mineral kemasan botol.

Nah, jika setiap rapat diganti dengan sajian lokal seperti singkong rebus, jagung rebus atau urap, setelah ditaksir biaya per porsi akan habis sekitar Rp.20.000 per orang. Menurutnya anggaran akan berkurang selain karena menunya berbeda juga cara penyajiannya yang berbeda dan tak akan menghabiskan banyak biaya.

Kebijakan tersebut merupakan rencana Presiden Joko Widodo dalam menghemat setiap biaya rapat kementerian. Selain biaya rapat, Jokowi juga menyatakan anggaran promosi kementerian juga dipangkas. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags: ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL