Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengajak semua pihak untuk terus menjaga tradisi dan budaya Nusantara. Menurutnya, kita harus mampu mengenali dan memahami budaya guna membangun dan menguatkan peradaban kita sebagai bangsa. Ia juga menerangkan pentingnya kajian akademik peradaban Nusantara agar bangsa Indonesia maju dengan tetap pada identitas kebangsaannya.

“Ilmu dan peradaban Nusantara itu luas dan kaya, jangan sampai kita terus-terusan bergantung pada produk bangsa luar. Menurut saya inilah pentingnya keberadaan UNU Indonesia,” ujar Dedi saat orasi kuliah umum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Gedung Serba Guna Pegadaian Pusat, Jakarta, pada Kamis (7/9).

Dedi Mulyadi yang menjadikan seni, tradisi, dan budaya lokal sebagai pondasi tata kelola pemerintahannya di Purwakarta ini mengungkapkan, bahwa bangsa Indonesia wajib belajar berbagai kekayaan tradisi dan budaya Nusantara agar bangsa dan negara ini maju dengan tidak meninggalkan ruh kebangsaannya.

“Belajarlah seni Nusantara, tradisi pengobatan orang-orang Nusantara, arsitektur Nusantara, dan berbagai keilmuan ulama-ulama Nusantara. Jika tak dipelajari, tidak akan ada yang namanya kejayaan Indonesia,” serunya.

Sementara, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Prof HM. Maksum Machfoedz dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kehadiran Unusia semakin memperkuat eksistensi keindonesiaan karena di Unusia tidak hanya memperkuat keilmuan akademik tetapi juga kebangsaan, kebudayaan, dan cinta tanah air. Selain itu, ruh kebangsaan ini juga nantinya akan memberikan karakter kuat bagi para mahasiswa untuk mengisi setiap dispilin ilmu yang menjadi bidangnya masing-masing. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL