Sumber: nu.or.id

Bekasi, LiputanIslam.com– Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa sesuai dengan komitmen Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), maka keterlibatan santri harus lebih luas lagi. Menurutnya, para santri harus disebar ke seluruh wilayah Indonesia.

“Santri jangan pada ngumpul (terpusat di satu titik). (Santri) disebar ke semua (wilayah), agar Republik ini diisi oleh para santri,” ujarnya pada acara Gebyar Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, di Stadion Mini Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Senin (30/10).

Menurut Dedi, menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sejak dini sangat penting. Sebab, jika sejak kecil tidak diberikan pengalaman ilmu agama, dan baru didapatkan ketika kuliah, maka akan rawan paham radikal dan merasa diri paling benar. Para ustad, lanjutnya, harus diberdayakan dengan mengajarkan agama dan kitab kuning kepada anak-anak.

“Untuk pelajaran agama, kalau bisa ustad-ustad diperdayakan dengan cara mengajar di Sekolah Dasar (SD), dan mengajari kitab kuning,” ucapnya.

Sementara Ketua Panitia Hari Santri Nasional (HSN) PCNU Kabupaten Bekasi, KH Sholahuddin Al Hadi menyatakan bahwa hari santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajah, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober

“Saya berharap dengan adanya perlombaan ini dapat menumbuhkan rasa kecintaan kita terhadap tradisi pesantren, dan membumi hanguskan prasangka yang tidak baik bagi dunia pesantren, khususnya di Kabupaten Bekasi,” katanya. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL