Sumber: suaramuhammadiyah.id

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais mendorong  semua sekolah dan perguruan Muhammadiyah untuk menegakkan moralitas dan kejujuran. Menurutnya, dua hal itu sangat penting dalam pendidikan kader Muhammadiyah, sehingga menghasilkan pemimpin masa depan yang unggul dan berkualitas. Pernyataan itu disampaikan Dahlan Rais dalam Pelepasan Siswi Madrasah Mu’allimat, di Sportorium UMY  Yogyakarta, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Selasa (02/5).

“Bagaimana bisa menjadi unggul itu harus dimulai dengan bagaimana kita mewajibkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah apalagi sekolah kader untuk menegakan moralitas yang tinggi atau akhlakul karimah dan meletakan kejujuran sebagai indikator,” ucapnya.

Dahlan Rais menjelaskan, bahwa munculnya berbagai fenomena yang menunjukan lemahnya karakter bangsa seperti korupsi, kenakalan, perpecahan, dan sebagainya,  menandakan pentingnya penanaman sikap dan etos yang baik khususnya bagi para generasi penerus bangsa untuk mewujudkan generasi yang unggul. Pendidikan menjadi hal yang penting demi terciptanya hal tersebut. “pendidikan yang baik dan dapat dijadikan tolak ukur di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa membangun moralitas, kedisiplinan, dan etos kerja yang kuat merupakan bagian dari nilai-nilai Islam yang berkemajuan. “Islam berkemajuan bermakna menjadi Islam yang baik dan terbaik, Islam yang unggul yang mampu menjawab sapaan dan tantangan sebagai khoirul ummah. Oleh karena itu, konsepnya adalah sebagus-bagusnya umat Islam mempunyai tanggung jawab bagaimana kita menjadi buah yang terbaik untuk umat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Dahlan Rais juga menekankan pentingnya bekerja dan beramal dalam mewujudkan rasa syukur. Menurutnya, hal ini sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) kepada warganya mengenai Surat Al Ma’un dan Al Asr.

“Bersyukur itu mesti diwujudkan dengan bekerja lebih baik. Agar mampu membangun bangsa yang maju, yang menguasai. Salah satunya adalah dengan memiliki SDM yang bagus, yang menghargai waktu, disiplin, dan yang mandiri. Di sini kadang-kadang kita memang harus bertarung,” tegasnya. (Ar/Suara Muhammadiyah/Koran Bogor/Berita Berkemajuan).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL