Sumber: poskotanews.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Selatan menggelar kegiatan pesantren kilat (Sanlat) di Masjid Nur Abu Wizar selama tiga hari yakni dari Jumat hingga hari Minggu . Kegiatan Sanlat tersebut bertujuan untuk mencegah radikalisme di kalangan pelajar dan remaja yang rentan dipengaruhi paham radikal.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Mardiaz Kusin Dwijananto mengatakan bahwa pengetahuan tentang bahaya paham radikalisme perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak tidak salah dalam belajar agama. “Pesantren kilat ini juga bertujuan untuk menghindari penyebaran radikalisme di kalangan pelajar,” ucapnya di Jakarta, pada Minggu (24/12).

Menurut Mardiaz, dalam kegiatan Sanlat tersebut, para pelajar tidak hanya diberikan pemahaman tentang bahayanya radikalisme, tetapi juga diajarkan tentang adab dalam kehidupan sehari-hari. “Adab bersilaturahmi dengan masyarakat, adab istinjak, adab tidur, adab puasa dan seluruh amal-amal Nabi Muhammad SAW dalam kehidupannya,” ungkapnya.

Ia mengaku bangga dan mengapresiasi  para peserta yang mengikuti Sanlat itu. Walaupun hari libur, para pelajar santri tersebut tetap semangat dalam kegiatan. “Para santri adalah siswa-siswa pilihan dari sekolah masing-masing yang nantinya dapat mensosialisasikan kegiatan ini kepada pelajar lainnya,” harapnya.

“Para santri juga dilatih untuk berdemo pada malam hari, demo berupa munajat kepada Allah SWT melalui sholat Tahajud untuk meminta keberkahan dan kemuliaan agar negara kita terlepas dari marabahaya, demo malam tidak menggunakan gas air mata melainkan tetesan air mata sebagai pertanda taubatan nasuha atau penyesalan diri atas dosa-dosa selama ini,” tambah Mardiaz. (Ar/Poskota).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*