Sumber: kompas.com

Magelang, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode 1998-2005, Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) mengingatkan semua pihak agar menghindari kampanye politik di forum-forum agama. Menurutnya, agama adalah acuan moral, bukan menjadi kendaraan politik yang berdampak pada rusaknya situasi masyarakat. Hal itu disampaikan Buya Syafii di Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (25/4).

“Kalau bisa itu dihindari. Saya rasa semua orang kalau sudah menyangkut politik kekuasaan, emosi akan menguasai akal sehat. Kalau politiknya politik tinggi (tidak masalah). Tapi kalau politik tujuannya untuk kaitan Pilkada, Pemilu, cari pengikut, itu tidak benar,” tegasnya.

Buya Syafii mengatakan, sekali agama dimasuki politik, pasti akan dipergunakan untuk kepentingan pragmatis. Agama seharusnya tidak digunakan untuk tujuan yang merusak.  “Beragama itu harus dengan otentik, dengan adab, moral, semangat persaudaraan,” ungkapnya.

“Seharusnya beragama itu, kalau menurut Bung Karno, harus beradab, harus berbudaya. Beragama bolehlah, tapi tidak dipakai untuk tujuan rendahan, jangan kotori agama dengan tujuan-tujuan yang rusak,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta para politisi agar bisa tampil secara beradab, saling menghargai, dan tidak menyampaikan ujaran kebencian. Sebab, hal itulah yang menjadi perusak pergaulan antar-sesama maupun pemeluk agama lain. “Itu berbahaya, merusak kohesi sosial, merusak pergaulan. Bukan saja yang berbeda agama, yang satu agama bisa juga berkelahi,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Buya juga mengingatkan umat beragama untuk ikut menyuarakan suara yang mencerahkan, tidak lagi menjadi umat yang pendiam. Karena diam hanya akan memberikan keleluasaan perusak agama.

“Kalau hanya diam saja, mereka yang memperalat agama bisa leluasa, seakan-akan mereka yang benar. Itu harus dilawan. Kita harus menunjukkan bahwa agama itu jangan dipakai untuk tujuan yang kotor, kumuh,” tegasnya. (ar/Kompas/Antara)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*