Sumber: Detik.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 1998-2005 Ahmad Syafii Maarif mengingatkan semua bangsa Indonesia untuk mewaspadai teologi maut yang semakin meresahkan akhir-akhir ini. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan di seminar dan lokakarya ‘Indonesia di Persimpangan Negara Pancasila Vs Negara Agama’ di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (8/4/).

Menurut Buya Syafii, para penganut paham teologi maut biasanya berkarakter anti-toleransi,  memiliki sifat atau kecenderungan paling merasa benar.  Juga selalu berpikir menuju kematian yang syahid, tanpa menjalani kehidupan yang baik. Bahkan, para penganut paham teologi maut  itu berani menempuh jalan ekstrem seperti mengakhiri hidup demi membela ajarannya.

Buya Syafii mengingatkan, agar negara tidak boleh kalah. Karena paham teologi maut itu berani mati, tapi tidak berani hidup. “Saya katakan, ini teologi maut. Teologi maut itu sebuah teologi yang mengajarkan bahwa berani mati tapi tidak berani hidup. Memonopoli kebenaran. Negara tidak boleh kalah,” ucapnya.

Buya meminta kepada penegak hukum untuk tidak membiarkan praktik intoleransi yang terjadi di Indonesia. Menurutnya, sebenarnya kelompok-kelompok itu berjumlah kecil, tapi bersuara lantang. “Ada misleading fanatism. Karena kesenjangan begitu tajam. Kelompok sempalan yang ingin ganti Pancasila ini kecil, tapi bersuara lantang, harus dihadapi, aparat harus jeli, harus punya kepekaan,” katanya.

Buya mengingatkan bangsa Indonesia agar mengambil pelajaran dari kondisi Suriah, Irak Afghanistan, Libya, dan Mesir. Kehancuran itu semua karena paham teologi maut yang membuat bangsa itu rapuh dari dalam. “Walau (kondisi) kita masih jauh (lebih baik) dari Suriah, kalau nggak hati-hati, bahaya,” katanya, “Kita boleh menyalahkan Amerika, menyalahkan Barat, tetapi Barat itu masuk ke dalam karena keadaan masyarakat (Suriah, Irak, dan lain-lain) rapuh dari dalam,” ungkapnya. (Ar/Kompas/Detik/Liputan6).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL