Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Kementerian Agama Republik Indonesia, Choirul Fuad Yusuf mengatakan bahwa Buku Sejarah Kesultanan Nusantara akan segera terbit. Menurutnya, buku tersebut merupakan kumpulan hasil penelitian yang dilakukan beberapa tahun belakangan ini.

Hal itu disampaikan Choirul Fuad Yusuf pada kegiatan seminar “Penerbitan Buku Sejarah Kesultanan Nusantara,”  yang digelar di Hotel Sofyan Betawi  Jakarta, pada Selasa (21/11).

“Dalam kurun waktu empat tahun, sejak 2009 hingga 2013, telah dikaji dan ditulis sejumlah kerajaan Islam di Nusantara. Paling tidak, 18 kesultanan. Jika ditambah dengan 2015 dan 2016 yang enam kerajaan, maka total 24 buah,” ucapnya.

Choirul Fuad menuturkan, diantara kesultanan tersebut ialah Kerajaan Balok (Bangka Belitung), Kerajaan Balanipa-Mandar (Sulawesi Barat), Kesultanan Ternate (Maluku Utara), Kesultanan Banggai-Palu (Sulawesi Tengah), Kesultanan Melayu Jambi, Kerajaan Islam Paksi Sekala Brak (Lampung), Kesultanan Riau-Lingga (Kepulauan Riau), Kesultanan Melayu Deli (Sumatera Utara), Kesultanan Sambas (Kalimantan Barat).

“Lalu, Kerajaan Islam Hitu-Ambon; Kesultanan Serdang (Sumatera Utara); Kesultanan Cirebon (Jawa Barat); Kerajaan Inderapura (Sumatera Barat); Kesultanan Sumbawa (NTB); Kasunanan Surakarta (Jawa Tengah), kesultanan Bone (Sulawesi Selatan), Kesultanan Peurleuak (Aceh Timur), dan Kesultanan Passer (Kalimantan Timur),” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Litbang Khazanah Keagamaan Acep Aripudin menyatakan bahwa selama tahun 2015 dan 2016, ada enam kesultanan yang telah diteliti. “Enam kesultanan tersebut adalah Kesultanan Bima, Sumenep, Sintang. Ketiganya tahun 2015. Lalu, Kesultanan Sukapura, Mataram, dan Dharmasraya pada 2016,” katanya. (Ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL