jawapos

jawapos

Surabaya, LiputanIslam.com – Hobi yang ditekuni oleh Sukma Trilaksasih (57) ternyata membuahkan rezeki yang melebihi dari cukup. Hobinya itu terbilang unik namun memang lekat dengan kaum perempuan. Hobi Sukma adalah membuat boneka cak-ning dari tari remo yang kini menjadi oleh-oleh khas dari Surabaya.

Kini ruang tamu Sukma bahkan memiliki dua fungsi, selain sebagai tempat menerima tamu juga berfungsi sebagai bengkel kerjanya. Sukma memiliki beberapa ukuran boneka, yang paling besar kurang lebih tingginya 20 cm sedangkan yang paling kecil berukuran 8 cm. Keduanya sudah lengkap dengan pakaian, kumis bahkan selendang. Tak jarang boneka tersebut ditempatkan di dalam kaca akrilik sebagai souvenir yang cantik, seperti diberitakan Jawapos.

Karena boneka Cak-Ning itulah Sukma dinobatkan sebagai Pahlawan Ekonomi Kategori Industri Kreatif dari Pemkot Surabaya pada tahun 2014. “Saya juga pernah bertemu Pak SBY di Istana Negara dalam rangka pemberian penghargaan 10 besar Kartini Award pada 2013” tuturnya.

Hobi yang bermula dari keisengannya itu diawali pada tahun 2008 yang dimulai dengan boneka berbaju adat nusantara. Ketika diletakkan di kantor ternyata teman-temannya merespon positif dan banyak yang mengorder.

Bahkan Pelindo III sudah menjadikan Sukma menjadi duta pembuat boneka ketika ada tamu turis-turis asing. Sukma tidak segan mengajari turis-turis tersebut membuat boneka dengan khas adat nusantaranya.

Selain menerima pesanan partai besar uniknya Sukma juga menerima pesanan satuan misalnya seperti untuk kado ulang tahun. Bahkan jika ada foto atau ciri-ciri fisik bagi orang yang ingin dihadiahi, Sukma bisa membuatkannya sesuai dengan ciri-ciri fisiknya. Menarik bukan?

Pesanan tidak hanya datang dari dalam negeri. “Boneka ini sudah saya pasarkan ke Thailand, Korea, Jepang, Belanda, dan Amerika,” katanya.

Harga yang dipatok Sukma untuk boneka cak dan ning Rp 125.000, sedangkan boneka tari remo Rp 300.000. Rata-rata omzet per bulan sekitar Rp 20 juta. “Mungkin banyak juga yang memproduksi boneka ini. Tapi, produksi saya bisa dibedakan,” ungkapnya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*