Bendera ISIS di HIJakarta, LiputanIslam.com — Kendati Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) telah dimasukkan ke dalam organisasi terlarang di Indonesia, namun minat masyarakat untuk bergabung dengan kelomppok ini tidak juga seketika lenyap. Terbukti, ada 16 orang Warga Negara Indonesia yang ditemukan di Turki saat hendak bergabung dengan ISIS di Suriah.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Saud Usman Nasution mengatakan, sejumlah organisasi di Indonesia terdeteksi mendukung kelompok radikal ISIS.

“Banyak, tidak hanya lima. Ada banyak kelompok pendukung mereka, jelas di atas 10 organisasi,” kata Saud, dalam sebuah diskusi, di Jakarta, Minggu (22/3/2015) seperti dilansir Kompas.

Salah satu organisasi itu, pernah mengibarkan bendera ISIS dalam aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia pada 2014. Saat itu, pengibaran bendera ISIS sempat ramai diperbincangkan oleh para netizen karena berada di antara aksi unjuk rasa mendukung Palestina.

Saud mengungkapkan, bentuk dukungan mereka terhadap ISIS dilakukan dalam berbagai bentuk, di antaranya, dukungan finansial, penyebaran paham, hingga rekrutmen personel.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As’ad Said Ali menyebutkan, organisasi yang diketahui menyatakan dukungan terhadap ISIS adalah Jamaah Ansorut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Ba’asyir, kelompok Maman Abdurahman, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso, dan kelompok Al Mujahirun yang merupakan sempalan dari kelompok Hizbut Tahrir.

Sementara itu, pengamat terorisme Nasir Abbas mengatakan, organisasi di Indonesia terkoneksi dengan ISIS melalui dunia maya untuk kemudian menyebarkan pahamnya. Menurut dia, perkebangan paham ISIS di Indonesia sudah mulai mengkhawatirkan.

“Seperti anggota Santoso yang eksekusi langsung orang di Poso. Kan sudah ada kejadian. Itu praktik ISIS,” ujar Nasir.

Sebagaimana yang pernah dilaporkan di sini, kelompok ISIS menggunakan media sosial untuk merekrut anggota dari seluruh dunia. Selain memberikan iming-iming kemuliaan berjuang di jalan Allah, disebutkan juga bahwa ISIS menjanjikan materi dalam jumlah yang besar kepada calon jihadis. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*