Sumber: antaranews.com

Bogor, LiputanIslam.com– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyatakan kesiapannya untuk ikut melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) yang aman, rukun dan damai. Ketua Umum FKUB Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyatakan Pemilu pada April 2019 mendatang harus disikapi dengan semangat persaudaraan sesama anak bangsa.

“Beda pilihan boleh, beda partai boleh, tetapi kita selalu bersatu, rukun dalam semangat persaudaraan dan semangat cinta kasih sesama bangsa dari Sabang sampai Merauke, Miangas sampai Pulau Rote,” katanya usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (18/3) siang.

Menurutnya, menyukseskan pemilu adalah kewajiban moral FKUB sebagai forum para tokoh agama. “Kita sanggup melaksanakan pemilu, mendukung pemilu dengan baik dan menjaga NKRI agar tetap rukun, aman, dan damai sehingga presiden, menteri, gubernur, bupati, wali kota, semuanya bisa membangun bangsa ini dengan lebih baik,” tegasnya.

“Kita punya majelis agama. Kita punya MUI, Parisada, PGI, Walubi, Matakin, dsb, itu sampai ke desa-desa. Kita selalu mengajak semangat toleransi, kebersamaan, kekeluargaan, dan selalu kita kumandangkan agar kita semuanya menjadi pemeluk agama yang baik, sekaligus menjadi warga negara yang baik, agar tidak ada lagi hoaks, fitnah, kebohongan, dsb,” tambahnya.

Pada kesempatan bertemu dengan Presiden itu, FKUB juga meminta agar Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri yang selama ini mendasari pembentukan FKUB, ditingkatkan status hukumnya menjadi Peraturan Presiden.

“Kami bersyukur respons Presiden, Mensesneg, dan Menteri Agama yang menerima kami kompak. Sudah diproses menjadi peraturan presiden, yang artinya nanti dananya dari APBN. Kemudian pemerintah daerah (gubernur, bupati, wali kota) tetap melakukan kewajibannya untuk menambah kekurangan-kekurangan sesuai dengan kebutuhan FKUB setempat,” tandasnya. (aw/setkab).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*