Sumber: nu.o.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Majelis Rakyat Papua (MRP) melakukan silaturahim dan bertemu dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, pada Selasa (19/3). Wakil Ketua I MRP, Jimmy Mabel menyampaikan maksud dan tujuannya berkunjung ke PBNU ialah untuk membahas masalah radikalisme agama di Papua. Menurutnya, masyarakat Papua pada dasarnya cinta damai.

“Mohon solusi kepada PBNU agar Muslim dan Kristen hidup rukun di Papua. Tak ingin terjadi di Poso dan Ambon. Ini sangat berat,” ungkapnya.

Jimmy menyatakan bahwa masyarakat Papua selalu menginginkan kedamaian dan tidak pernah benci kepada siapa pun. Namun saat ini bibit radikalisme agama telah makin tumbuh subur di Papua. Kalau dibiarkan membesar bisa sangat berbahaya. Ia menyebut kelompok tertentu yang mendirikan lembaga tanpa izin yang ditengarai menyebarkan benih-benih kebencian. “Tidak boleh terjadi peristiwa Poso dan Ambon,” ucapnya.

Sementara ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Ia berjanji NU akan selalu bersama masyarakat Papua dalam memerangi kezaliman. Ia juga berjanji akan menyampaikan keresahan masyarakat apabila bertemu dengan pihak yang berwenang.

“NU selalu bersama masyarakat tertindas. Puncak kezaliman adalah mengatasnamakan agama. rais aam berganti, ketua umum berganti, prinsip NU tidak pernah berganti. Semua warga negara Indonesia, saudara saya, saudara NU,” tegasnya. (aw/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*