reseler baju muslimLiputanIslam.com — Jaman sudah berubah. Saat ini, tempat jualan/ kios bukanlah sebuah keharusan bagi bara penjual untuk menawarkan barang dagangannya. Era digital memberikan dampak yang sangat signifikan. Para penjual cukup hanya memajang foto-foto produk mereka di website atau akun-akun media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, atau di grup-grup Blackberry.

Tak heran jika kita menemukan, berbagai elemen masyarakat baik itu pelajar, mahasiswa, ataupun ibu rumah tangga, beramai-ramai menjadi pedagang. Biasanya, mereka membeli produk yang sudah jadi pada sebuah grosir, lalu menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Bermodal handphone dan kelihaian bernegosiasi dengan pembeli, maka, rupiah demi rupiah pun berpindah ke dompet.

Hal inilah yang juga dilakukan oleh Yenni Yuswanita Apriani (31). Ia mengawali usahanya menjadi reseller baju muslim anak. Lambat laun, usahanya berkembang dan ia sukses menjalankan bisnis online dengan produk baju muslim untuk anak-anak.

Yenni melihat begitu besarnya potensi bisnis baju muslim anak. Selain potensinya yang besar, jumlah pesaing untuk bisnis baju muslim anak juga belum begitu banyak. Oleh sebab itulah akhirnya Yenni memutuskan untuk fokus berjualan baju muslim anak.

Tepatnya pada tanggal 10 Juli 2014 bisnis baju muslim anak dimulainya dengan membeli beberapa jumlah baju dari seorang produsen. Yenni memutuskan untuk fokus  menjalankan bisnis baju muslim anak tersebut setelah ia belajar mengenai ilmu facebook marketing. Dengan bekal yang dimilikinya dan potensi pasar untuk baju muslim anak yang masih terbuka lebar, ia yakin bahwa bisnis online-nya bisa meraih kesuksesan.

Yenni menjalankan bisnis baju muslim untuk menuju hidup yang berkah dan sejahtera. Keyakinannya dalam berbisnis pun akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Hanya dengan modal awal sebesar Rp 2.500.000,00. Kini bisnis baju muslim anak miliknya telah beromzet sebesar 12 juta rupiah setiap bulannya. Konsumen toko online Yenni pun sudah tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Kalimantan, Sumatera, Jawa, Sulawesi, sampai dengan Papua.

Produk yang dijual oleh Yenni adalah khusus baju muslim anak untuk usia 2-12 tahun. Harga produk mulai dari Rp 150.000,00 sampai dengan Rp 320.000,00 untuk setiap stel baju beserta jilbabnya. Bahan baju muslim anak yang dijualnya memiliki banyak pilihan. Ada bahan kain katun, organdi, tille, kaos katun combed 30s, dan spandel.

Baju-baju muslim yang dijualnya, ia dapatkan dari beberapa produsen yang ada di Bandung dan Tangerang. Seiring dengan perkembangan bisnis online-nya, Yenni pun mulai merekrut karyawan untuk membantu bisnis baju muslim anak miliknya. Dengan begitu ia akan lebih fokus dalam mengembangkan bisnis online tersebut.

Saat ditanya mengenai kendala yang dihadapi selama menjalankan bisnis baju muslim anak ini, Yenni menjawab kendala yang saya hadapi adalah dalam hal modal usaha, karena dengan semakin meningkatnya permintaan dari konsumen saya juga membutuhkan stock produk yang lebih banyak dan bervariasi. Ia juga menambahkan bahwa untuk mengatasinya kendalanya, Yenni menerapkan sistem PO atau pre-order dan belanja secara mingguan kepada produsen.

Disamping kendala dari modal usaha yang dihadapinya tersebut, Yenni juga merasakan sebuah kemenangan yang sangat luar biasa ketika bisnis baju muslim yang dijalankannya mampu tumbuh dan berkembang dengan cepat hanya dalam waktu 6 bulan. Bisnis baju muslim anak ini juga mengalami peningkatan 12 kali lipat dari semula. Hal itulah yang menjadikannya semakin bersemangat dalam menjalankan bisnis online ini.

Sebelum mengakhiri proses tanya jawab, Yenni pun memberikan kunci suksesnya dalam menjalani bisnis baju muslim anak kepada para pelaku dan calon pelaku bisnis. Kunci suksesnya tersebut diantaranya adalah memiliki niat dan impian yang baik, doa dan beramal, bersyukur, memperbaiki diri serta berserah diri kepada Allah.

“Tetapi hal yang terpenting adalah semua aktivitas usaha yang dijalankan , hanyalah ingin mencari ridha dari Allah semata.” jelas Yenni bersemangat, seperti dikutip dari bisnisukm.com, 12 Februari 2015. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL