Pencak Silat/Bandung.Panduanwisata.id

Pencak Silat/Bandung.Panduanwisata.id

LiputanIslam.com – Pencak Silat Indonesia telah lama dikenal di dunia internasional. Gaungnya bahkan telihat setelah kesuksesan sekuel film The Raid yang menampilkan Iko Uwais sebagai pemeran utamanya. Unjuk keterampilan gerak tubuh Iko Uwais dalam filmnya, sukses memukau dunia perfilman karena mampu menyuguhkan seni bela diri Pencak Silat yang berbeda dengan seni beladiri asal negeri tirai bambu, Kungfu.

Meskipun memiliki keragaman dari beberapa perguruan pencak silat dari seluruh Indonesia, namun pencak silat Indonesia memiliki benang merah yang merupakan ciri khas seni bela diri Indonesia yang bisa dilihat secara kasat mata melalui kuda-kudanya.

Pencak Silat merupakan bela diri yang berasal dari Indonesia. Secara umum pencak silat dikenal di negara-negara Association of South East Asian Nation (ASEAN) seperti Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, Filipina selatan dan Thailand Selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Nusantara, seperti dilansir dari tribunnews.com.

Selain negara-negara ASEAN tersebut ternyata negara lain seperti Jepang, Australia, Belanda, Jerman dan Amerika Serikat juga tertarik untuk mempelajari bela diri khas Indonesia ini. Semua pesilat dari negara-negara tersebut jika ingin naik sabuk ke kelas khusus satu sampai tingkatan paling atas harus berkunjung ke Yogyakarta, Indonesia untuk ujian kenaikan sabuk pencak silat.

“Karena pencak silat adalah seni bela diri asal Indonesia, maka semua pesilat dari seluruh negara-negara lain yang ingin naik kelas sabuk khusus satu hingga tingkat yang paling tinggi harus datang ke Yogyakarta buat ujian kenaikan kelas,” kata Noor Wikas yang aktif sebagai pelatih di Perguruan Pencak Silat Bela Diri Tangan Kosong (PPS Betako) Merpati Putih ini.

“Dalam pencak silat ada sabuk tingkatannya yaitu, pasar satu, pasar dua, balik satu, balik dua, kombinasi satu, kombinasi dua, dan khusus satu. Mulai dari kelas khusus satu warna merah jingga kuning hijau biru nila hingga ungu ujian kenaikan sabuk itu hanya ada di perguruan pusat di Yogyakarta Indonesia, “ujarnya, Selasa (27/1/2015).

Selain dipelajari oleh negara asing seni beladiri juga dipelajari dan diperlombakan dalam SEA Games serta dipelajari dalam berbagai kesatuan dalam keaatuan Polisi Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia dan Komandan Pasukan Khusus (Kopasus). Kita harus bangga dengan seni beladiri asli negara Indonesia.

Kita harus merawat dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia salah satunya pencak silat, sehingga bisa lestari dan tidak di klaim oleh bangsa lain, bahkan meskipun dipelajari oleh bangsa lain, sepatutnya negeri inilah yang bisa terus menjadi pusat pencak silat di seluruh dunia. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*