Bakpia 2Yogyakarta, LiputanIslam.com — Berawal dari acara amal, Tari Hayuningrum (35) berhasil menjajakan bakpia ke bumi Eropa, tepatnya Austria. Bakpia, yang merupakan penganan asli Yogyakarta ini, merupakan salah satu kekayaan kuliner Indonesia, ternyata digemari oleh bule-bule Austria.

Pada Desember 2014 lalu, Tari mulai menjajakan penganan khas Yogyakarta ini dalam acara amal di Austria untuk menggalang dana bagi pelestarian hutan di Kalimantan, Indonesia.

“Kebetulan Desember lalu, saya sama teman orang Austria, bikin acara charity di winter market. Jadi hasil penjualan bakpia saya sumbangkan ke hutan di Kalimantan, di Malinau tepatnya,” tutur Tari, seperti dilansir Merdeka, Minggu (22/2/2015).

Bermula dari acara amal itulah, Tari kebanjiran pesanan bakpia dari teman dan kerabat, baik WNI maupun warga asli Austria. Sejak saat itu, Tari memutuskan untuk fokus menggarap bisnis bakpia di Austria.

“Setelah habis (acara penggalangan dana) itu, justru saya kebanjiran pesanan bakpia. Warga Austria suka, lembut di kumbunya lembut.  Kumbu itu isi bakpia,” ungkap Tari.

Tari memaparkan, dirinya mengolah sendiri bakpia pesanan pelanggan. Oleh sebab itu, dirinya belum mampu untuk memproduksi bakpia secara terus menerus. “Kalau saya sedang capek atau banyak kerjaan lain, saya tutup pesanan bakpia. Karena menyita waktu untuk bikin bakpia. Saya kerjakan semuanya sendiri kecuali bikin box bakpia, suami saya yang bikin box biasanya,” tutur lulusan UNY ini.

“Kebetulan saya hobi masak. Jadi saya menerima orderan teman-teman Indonesia yang di sini, makanan Indonesia segala macam. Saya sering terima pesanan makanan sejak kuliah sih. Dulu sering bikin tempe, terus dijual ke orang-orang Indonesia,” papar Tari.

“Saya ingin memperkenalkan makanan Indonesia kepada orang Austria. Saya fokus terima orderan bakpia karena kebetulan tidak tersedia bakpia atau tidak ada yang jual bakpia di Eropa. Alhamdulillah, banyak peminatnya,” ungkap Tari.

Saat ini, Tari baru bisa menjajakan bakpia sesuai pesanan. Hal ini lantaran sulitnya mendapatkan izin usaha di Austria. Tari mengaku tidak bisa berjualan bebas di Austria. Dirinya harus mendapat izin usaha dan untuk mendapatkan izin usaha dari pemerintah Austria, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain memiliki tempat usaha, memiliki pegawai, dan Tari juga harus punya sertifikat masak.

Untuk mendapatkan pelanggan, Tari memanfaatkan akun media sosial sebagai ajang promosi. Sistem yang digunakan Tari adalah membuka pre order di mana pesanan dibuat setelah kuota minimal untuk produksi terpenuhi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL