Sumber: liputanislam.com

Bekasi, Liputanislam.com– Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa umat Islam dalam beragama tidak cukup hanya memaknai syariat, tetapi juga mesti memahami hakikat. Menurutnya, kesalehan spiritual itu berjalan beriringan dengan kesalehan sosial.

“Anak-anak harus ditanamkan ibadah-ibdah praktis. Pendidikan kita belum masuk ke ranah substansi. Mudah ditemukan ketika seorang shalat, tetapi masih korupsi, melakukan manipulasi, atau tindak kekerasan untuk sesuatu yang tidak beralasan,” ujarnya di Bekasi, Jawa Barat, seperti dilansir NU Online, pada Rabu (14/11).

Menurut Menag, kesalehan spiritual seseorang itu dapat dilihat dari perilaku sosialnya. Contohnya, ibadah haji itu untuk kepedulian sosial, menebarkan salam agar lingkungan damai. “Mabrur itu dia semakin peduli dengan lingkungan sosial, mendatangkan kedamaian,” terangnya.

Oleh karenanya, mendalami Islam itu tidak hanya mendalami teks.  Apalagi sampai medewakan teks. Tetapi juga harus memperhatikan konteksnya. Islam hadir untuk sosial. Ibadah se-individu apa pun, jangan berhenti di syariatnya saja.

“Jangan menganggap berislam itu hanya syariat, berislam itu menjalani syariat untuk mencapai hakikat,” ucap Menag kembali menegaskan. (ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*