arcaJakarta, LiputanIslam.com — Benda-benda bersejarah milik Indonesia banyak ditemukan di luar negeri. Prasasti peninggalan kerajaan masa lampau itu dibawa ke luar negeri sebelum Indonesia merdeka, disimpan oleh kolektor barang antik atau berada di museum. Warisan bersejarah ini bisa ditemukan di negara-negara Eropa dan Australia. Di Inggris misalnya, ada sekitar 6.000 koleksi, sedangkan di Australia terdapat sekitar 3.000 benda etnografi Indonesia.

Di Belanda saja, menurut arkeolog dari Pusat Arkeologi Nasional Dr Titi Surti Nastiti, terdapat banyak prasasti seperti Prasasti Sangsang, Prasasti Wukajana, Prasasti Guntur, Prasasti Wintang Mas, Prasasti Sobhamarta, Prasasti Tulangan, Prasasti Bungur/Gedangan (14 lempeng), Prasasti Ratawun, dan Prasasti Erkuwing/Poh Galuh.

Direktur Jendral Kebudayaan, Kacung Marijan, menyatakan bahwa minggu ini Direktur Museum Nasional Indonesia akan berkunjung ke Paris membicarakan benda-benda bersejarah asal Indonesia yang berada di luar negeri.

“Dijadwalkan minggu ini Direktur Museum Nasional akan ke Paris dan berbicara dengan pihak UNESCO mengenai benda-benda bersejarah dari Indonesia yang ada di museum luar negeri,” ujarnya pada pembukaan Festival Hari Museum Internasional dan 237 Tahun Museum Nasional Indonesia di Jakarta, Jumat, 24 April 2015 seperti dilansir Beritasatu.

Ditambahkan Kacung, benda-benda itu rencananya akan disimpan sementara di gedung penyimpanan Museum Nasional yang rencananya baru akan dibangun tahun depan.

“Tahun depan diharapakan akan dibangun gedung penyimpanan di Taman Mini. Kita memiliki tanah seluas satu hektar disana, dan kita juga akan membeli 7000 meter persegi untuk dibangun pusat pelatihan museum,” tutur Kacung.

“Museum Nasional juga akan melakukan penataan ulang atau revitalisasi untuk Gedung A dan B. Selama proses revitalisasi, nanti benda-benda bersejarah disini akan disimpan sementara di Taman Mini,” tandas Kacung.

Sementara itu, Edi Sedyawati, arkeolog yang pernah menjabat Direktur Jenderal Kebudayaan Depdikbud, mengatakan, pengembalian karya budaya yang menjadi masterpiece Indonesia perlu terus dilakukan. Kalau upaya tersebut belum berhasil, setidaknya perlu dilakukan identifikasi benda-benda apa saja yang ada di luar negeri. Hal ini sangat penting bagi dunia ilmu pengetahuan agar para peneliti kita bisa dengan mudah mencari informasi tentang keberadaan benda-benda tersebut.(ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL