Sumber: Tempo.co

Jakarta, Liputanislam.com– Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau rencananya akan menganugerahkan gelar adat kepada Presiden Jokowi. Gelar yang diberikan adalah Datuk Sri Setia Amanah Negara, yang berarti adalah seorang pembesar, seorang petinggi, yang berseri-seri, bercahaya, memegang amanah negara. Gelar adat diberikan atas dasar penilaian bahwa Presiden Jokowi berhasil menghentikan krisis asap di Riau.

“Tanda kita menyampaikan terima kasih yang dapat dilakukan Lembaga Adat Melayu Riau itu ya tertinggi adalah dengan memberikan gelar kepada yang Presiden, Datuk Sri Setia Amanah Negara, yang berarti bahwa beliau adalah seorang pembesar, seorang petinggi, Datuk yang berseri-seri, bercahaya, memegang amanah negara yang dibebankan kepada beliau,” ucap Ketua Umum LAM Riau Datuk Al Azhar usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, pada Selasa (4/12).

Krisis asap bisa diatasi setelah Presiden Jokowi mengambil kebijakan jangan lagi ada asap di Provinsi Riau. Sebelumnya selama lebih kurang 17 tahun masyarakat Riau didatangi oleh asap. “Alhamdulillah 3 tahun terakhir ini sebagaimana yang kita ketahui, asap sudah tidak ada lagi di negeri kami. Ini hal-hal yang menjadi dasar,” ungkap Ketua Harian LAM Riau Datuk Syahril Abu Bakar menambahkan.

Pemerintah juga telah berhasil mengambil alih Blok Rokan di Provinsi Riau untuk kesejahteraan masyarakat. “Dan Alhamdulillah pemerintah daerah melalui perusahaan daerah dapat bersama-sama mengelola Blok Rokan,” katanya.

Selain itu, pemerintahan Jokowi saat ini juga dinilai sangat berpihak kepada masyarakat adat. Terlihat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2018 tentang Tanah Objek Reforma Agraria (Tora), sehngga  tanah milik bersama, diakui, dan sekaligus dapat disertifikatkan.

” Ini perjuangan panjang LAM Riau, hampir 20 tahun kami memperjuangkan ini dan di luar dugaan kami, yang selama ini kami butuh pengakuan, dan Presiden telah mengembalikan kepada masyarakat adat dan sekaligus memberikan  status sertifikat kepada tanah adat ini,” ungkapnya.

Pemeberian gelar adat rencananya akan diberikan pada acara pencanangan nasional sertifikasi pada masyarakat adat dan penyerahan 6.000 sertifikat TORA kepada masyarakat Riau, dan juga parade kebudayaan menyambut kebahagiaan masyarakat Riau pada 15 Desember mendatang. (ar/setkab).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*