basarnasokezone

Jakarta, LiputanIslam.com – Prof Salim Said yang merupakan dosen Universitas Pertahanan mengatakan Indonesia harus bangga dengan keberhasilan tim gabungan pencarian pesawat dan penyelamatan yang telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 dalam waktu relatif singkat. Bahkan hal tersebut merupakan rekor tercepat dalam penemuan kecelakaan pesawat.

“Sebelumnya saya sudah cemas pesawat itu tidak bisa ditemukan. Namun, melalui televisi, ita semua melihat bagaimana kerja keras tim SAR yang memang patut dipuji,” kata Salim Said dihubungi di Jakarta, Selasa(30/12), seperti dilansir dari antaranews.com (1/1).

Salim pun mengungkapkan seluruh pihak harus memberikan apresiasi kepada seluruh komponen tim pencarian dan penyelamatan seperti Badan SAR Nasional, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut dan lain-lain.

Tercatat Basarnas hanya membutuhkan waktu tiga hari untuk menemukan lokasi jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501. Keberhasilan tersebut banyak mengundang pujian yang tak lepas dari peran Kepala Basarnas yang tegas namun tetap penuh empati terhadap keluarga korban, Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Soelistyo seperti dikutip dari jawapos.com (1/1).

Henry yang juga lupa makan dan mandi karena betapa sibuknya melakukan pencarian mengungkapkan tidak mudah menemukan pesawat yang hilang secara tiba-tiba. Meski sudah mengerahkan kekuatan penuh ditambah bantuan TNI dan negara tetangga, ada masanya kejeuhan dan kebingungan menyergap. Ditambah lagi ketika melihat keluarga korban yang terus berharap korban pesawat bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

Usaha dan doanya bahkan tangisnya dihadapan keluarga korban disaat genting karena tak kunjung membuahkan hasil akhirnya terjawab pada hari ketiga pencarian. Pesawat tersebut akhirnya ditemukan di sekitar perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Penemuan bukti itu didahului oleh TNI Angkatan Udara. Saat berada diatas perairan Pangkalan Bun, tim pencarian melihat puing-puing pesawat seperti exit door. Mereka juga menemukan pelampung serta enam korban yang mengapung.

Keberhasilan dalam waktu singkat tersebut menjawab kritik yang akhir-akhir ini dibebankan publik. Banyak yang menilai Basarnas lamban dalam menjalankan tugas. Namun, kritik itu dibungkam Soelistyo lewat bukti. Namun ia mengakui bahwa kerja keras tersebut merupakan kerja seluruh tim SAR yang luar biasa dan didukung sistem yang maksimal. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*