Progea/viva

Progea/viva

Surabaya, LiputanIslam.com – ITS nampaknya cukup ahli dalam perakitan mobil yang disesuaikan dengan berbagai kebutuhan dengan kerja sama berbagai pihak. Mulai dari kendaraan paling irit hingga bus listrik yang sebelumnya diperkenalkan. Kini ITS kembali mengenalkan sebuah kendaraan multiguna berhasil diciptakan oleh konsorsium peneliti. Mobil itu diberi nama Progea yang memiliki empat fungsi sekaligus.

Ini merupakan hasil dari proyek konsorsium yang melibatkan Akademisi, Bisnis dan Goverment (ABG) dalam mengembangkan kendaraan multiguna pedesaan yang didanai oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Progea resmi di-launching Desember tahun lalu, di depan gedung Rektorat Institute Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya seperti diberitakan oleh Viva.

Konsorsium peneliti ini terdiri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, PT INKA (Persero), PT Railindo Global Karya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, dan Industri Kecil Menengah (IKM) Jawa Timur.

Menurut Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA, ketua tim peneliti mobil multiguna PROGEA, kelebihan mobil tersebut adalah mampu melakukan empat fungsi sekaligus. Di antaranya menjadi mobil toko untuk berjualan, mobil penumpang, mobil pengangkut barang, serta mobil produksi.

“Itulah mengapa mobil tersebut dinamakan mobil multiguna PROGEA yang disingkat dari Produktif Gulirkan Energi Alternatif,” jelas dosen Jurusan Teknik Mesin ITS ini.

Untuk teknis pemakaiannya, lanjut Agus Sigit, mobil Progea tersebut memiliki empat boks yang dapat diganti-ganti sesuai kebutuhan. Untuk pemasangan dan pelepasan boksnya, mobil tersebut sudah dilengkapi dengan pengait untuk memastikan keamanan supaya boks tidak bergeser ketika sedang digunakan.

Ia menerangkan, mobil Progea ini dibuat untuk membantu industri kecil menengah (IKM) pedesaan dalam meningkatkan produktivitasnya.

“Dengan adanya mobil ini IKM mampu melakukan empat fungsi sekaligus hanya dengan satu mobil,” ujarnya.

Sementara itu, koordinator tim peneliti ITS Prof. Ir. I Nyoman Sutantra MSc PhD mengatakan, secara keseluruhan 75 persen bagian mobil tersebut adalah buatan ITS, sedangkan 25 persen sisanya masih menggunakan mesin dari Tiongkok. Namun saat ini tim tersebut sudah mampu mengembangkan mesin yang mereka sebut Sinjai (Mesin Jawa Timur Indonesia) yang kemudian akan dipasangkan ke dalam mobil Progea tersebut.

“Untuk mesin Sinjai juga dibuat sendiri oleh ITS, kecuali injektor serta pompa bahan bakar yang masih harus menggunakan produk impor,” ungkap pria yang juga dosen Jurusan Teknik Mesin ITS ini.

Saat ini Progea baru diproduksi sebanyak dua unit. Namun, sudah mendapatkan tawaran produksi sebanyak ratusan unit dari beberapa Kepala Daerah di Jawa Timur.

“Untuk produksi selanjutnya akan diserahkan kepada PT INKA yang merupakan salah satu partner dalam membuat mobil multiguna ini,” imbuh Nyoman Sutantra lagi. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*