inJakarta, LiputanIslam.com–Semakin berkembangnya zaman, semakin penting pula kemampuan berbahasa asing. Namun tanpa kita sadari, bahasa Indonesia bisa tergerus dengan keberadaan bahasa asing tersebut.

“Sekarang ini di banyak tempat umum seperti mall, sudah banyak anak muda Indonesia berbicara dalam bahasa inggris,” ungkap Ketua Masyarakat Linguistik Indonesia Dr. Katharina E. Sukamto di Unika Atma Jaya, Jakarta, Kamis

Kepala UPT Pusat Pengajaran Bahasa Unika Atma Jaya itu mencontohkan, ketika membimbing salah satu mahasiswa S-2 yang mengangkat tema Family Languange Policy pada tesisnya, dia menemukan data mengejutkan. Riset tersebut menunjukkan, ada keluarga yang menjauhkan anak-anaknya dari bahasa Indonesia. Situasi seperti ini banyak terjadi khususnya di kota-kota besar.

“Orangtua berlomba-lomba untuk bisa memasukkan anak mereka di sekolah internasional maupun bilingual. Dengan begitu, anak-anak tersebut bisa dan terbiasa berbicara bahasa Inggris dan memiliki kesempatan lebih lebar di lapangan pekerjaan,” imbuhnya.

Kondisi ini sangat ironis mengingat salah satu poin Sumpah Pemuda adalah menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Dalam diskusi “Menyambut Kembali Bahasa Indonesia di Negeri Sendiri” itu, Katharina pun mengajukan pertanyaan retoris.

“Sudahkah kita merawat dan memelihara bahasa yang kita banggakan ini? Karena bahasa Indonesia adalah yang bisa mempersatukan segala latar belakang untuk bisa berinteraksi dan berkomunikasi,” tambahnya. (ra/okezone.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL