Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Civitas Akademika Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta menggelar pembacaan Hizib Nashor untuk kedaulatan bangsa Palestina. Wakil Rektor III UNUSIA, Dr KH Mujib Qulyubi mengungkapkan bahwa pembacaan Hizib Nashor penting bagi bangsa Palestina yang sedang dalam kondisi terdesak dan tidak menentu seperti sekarang ini.

“Hizib nashor ini penting dilakukan mengingat kondisi terakhir terkait Yerusalem belum menemukan titik temu bagi kebaikan bangsa dan negara Palestina,” ucap Kiai Mujib di Kampus UNUSIA Jalan Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat, pada Rabu (20/12).

Menurutnya, pembacaan hizib nashor diadakan karena beberapa hal, yakni Pertama karena ada instruksi dari PBNU pada 19 Desember 2017, sebagai perwujudan solidaritas perjuangan warga Palestina agar warga NU membacakan doa qunut nazilah dan hizib nashor. “Kedua, sebagai upaya berdoa kepada Allah, maka tradisi membaca hizib nashor ini sudah biasa bagi para santri salafiyah pada saat genting dan mendesak,” ungkapnya.

Ketiga, sesuai dengan namanya, hizib nashor ini sebagai doa mohon pertolongan kepada Allah. Doa ini sudah dilaksanakan oleh para kiai sepuh sejak zaman penjajahan. “Belum ada alat canggih dan teknologi senjata waktu itu, yang ada ya doa-doa khusus seperti hizib nashor ini,” katanya.

Keempat, lanjut Kiai Mujib, penyusun dan pembuat hizib nashor ini adalah seorang mursyid thoriqoh Syadziliyah, Syekh Abu Hasan As-Syadzili, yang terkenal sangat sufi tapi kaya raya. “Kelima, doa bersama dalam tradisi NU itu biasa dan bahkan dianjurkan. Doa 40 orang laksana doanya wali,” tuturnya.

Keenam, dalam hadits disebutkan doa dengan dhohril ghoib itu lebihh cepat dikabulkan oleh Allah SWT daripada diketahui sasaran yang kita doakan,” tambah Kiai Mujib. (Ar/NU Online).

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*