Sumber: mediaindonesia.com

Jakarta, liputanIslam.com– Cendikiawan muslim Indonesia sekaligus Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Azyumardi Azra mengatakan bahwa dalam mengurus negara dan menyelesaikan berbagai masalahnya tidak bisa hanya dengan ilmu agama. Hal itu ia sampaikan menanggapi fenomena banyaknya ulama atau pemuka agama yang diusung sebagai calon wakil presiden mendatang.

“Tapi kan ini kan tugas negara tidak hanya bisa diselesaikan dengan soal fikih, dengan bidang-bidang ilmu agama, tidak,” ujarnya di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, pada Senin (6/8).

Azyumardi mengatakan, fenomena ulama ramai-ramai diusung sebagai calon wakil presiden menandakan faktor agama lebih menonjol. Menurutnya, banyaknya ulama yang diusung sebetulnya baik. Namun, ia menilai persoalan negara tidak bisa hanya diselesaikan dengan ilmu agama.

“Ekonomi saat ini sedang berat. Sehingga diperlukan sosok cawapres yang memiliki teknokrasi ekonomi, baik makro maupun mikro. Oleh karena itu menurut saya sebagusnya cawapres itu orang yang memiliki teknokrasi di dalam bidang ekonomi, pembangunan,” katanya.

Menurut Azyumardi, akan lebih baik jika unsur agama dan keahlian bidang ekonomi itu bisa dikombinasikan. Tetapi, ia melihat sejauh ini belum ada sosok ahli ekonomi yang sekaligus memiliki akseptabilitas dari umat Islam. Ia mencontohkan bakal calon wakil presiden dari kubu Jokowi, sosok Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang berasal dari partai berbasis Pancasila dan Nahdlatul Ulama.

“Tapi saya lihat teknokrasi dalam bidang ekonominya lemah. Walaupun dia pernah jadi menteri tenaga kerja,” ujarnya.

Adapun dari kubu Prabowo, ada nama Salim Segaf Al Jufri. “Dia pernah jadi menteri sosial, tapi teknokrasi dalam bidang ekonomi dan pembangunan kan lemah. Menteri sosial kan lebih banyak tugasnya itu bagi-bagi dana, bantuan sosial, bencana,” ucap Azyumardi. (ar/Detik/tempo).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*