Berkah pohon kurmaJakarta, LiputanIslam.com — Pemahaman tentang membela kaum yang tertindas bagi bukan hanya sekedar pada komunitas manusia. Karena selain manusia masih banyak mahluk Tuhan yang perlu dibela. Bentuk pembelaan ini, disesuaikan dengan kapasitas dan kemampuan “pembela”.

Empat tahun terakhir ini kita mendapati  bahwa lingkungan hidup, tempat di mana manusia tinggal tengah didzolimi secara sadar maupun tidak sadar, dan pelakunya adalah manusia. Semakin hari lahan hijau terbantai, pohon-pohon ditumbangkan secara paksa tanpa ada kompensasi penanaman kembali.

“Perusakan lingkungan sedemikian masif, ada yang terencana dan ada juga yang tak terencana. Pola pikir instant dan hanya berpikir untuk kepentingan saat ini membuat banyak orang lupa bahwa mereka tidak bisa lepas dari mahluk lain (seperti tanaman) dalam kelangsungan hidupnya,” papar Arie Prasetya, dari CV Berkah Pohon Kurma kepada Liputan Islam, 25 Februari 2015.

Ia menambahkan, negative impact sudah terasakan saat ini, iklim semakin panas, kenyamanan tempat tinggal manusia berkurang, banjir, global warming, mahalnya harga pangan, dan situasi tidak nyaman lainnya terjadi akibat ulah manusia sendiri yang membelakangi, mengkhianati lingkungan hidup tempat manusia tinggal.

“Bayangkan jika situasi ini berlanjut, bagaimana kondisi generasi penerus kita selanjutnya?”

Ia menekankan,  sebuah gerakan antisipatif dan edukasi semestinya menjadi prioritas, pendidikan lingkungan hijau semenjak dini semestinya digencarkan oleh pemerintah dan tidak boleh menunggu lagi. Bersama keluarga dan rekan-rekannya, ia tengah berupaya untuk memproduksi dan mendistribusikan bibit pohon kurma ke seluruh penjuru Indonesia.

Mengapa pohon kurma?

“Menurut saya pohon kurma adalah pohon istimewa yang sudah terbukti mampu bertahan hidup di suhu ekstrim (gurun). Bukankah negara kita juga berpotensi menjadi gurun jika pola pembangunan dan karakter merusak lingkungan senantiasa melekat. Bukan berarti pohon lain tidak istimewa. Semua pohon istimewa,” jelasnya.

“Tantangan dalam penghijauan lingkungan sangat besar, dari sisi biaya produksi dan kendala lainnya. Namun kami tetap berusaha maksimal membela lingkungan yang terdzolimi,” lanjut dia.

Arie  mengingatkan, bahwa tidak ada perbedaan pendapat dalam hal pelestarian lingkungan, semua manusia yang sehat akan sependapat bahwa manusia butuh lingkungan yang kondusif untuk tempat tinggal.

“Mari bergerak bersama kami. Info lengkap tentang progres usaha kami bisa disimak di halaman resmi CV Berkah Pohon Kurma,” tutupnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL