Santri ke Jepang

Foto: Tribunnews

Jakarta, LiputanIslam.com — Selama ini santri selalu identik dengan kaum sarungan, yang tinggal di pedesaan atau pinggiran kota untu belajar agama. Terisolir dari hingar bingar metropolitan dan hanya berkutat dengan kitab-kitab. Namun sepertinya, anggapan itu tidak akan berlaku lagi.

Ya, saat ini kembali dibuka kesempatan bagi para santri dari seluruh Indonesia untuk mengikuti program pemagangan kerja di Jepang. Caranya tak sulit, para santri cukup mendaftar ke dinas-dinas tenaga kerja setempat dan melengkapi peryaratan administrasi.Setelah itu mengikuti tahapan proses seleksi serta mengikuti pelatihan bahasa dan keterampilan kerja yang dibutuhkan.

”Santri pondok pesantren punya kesempatan sama dan tidak kalah dari sekolah umum.. Silahkan saja ikuti tahapan seleksi untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang, “ kata Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam rilisnya ke Tribunnews.com, Jumat, 10 April 2015.

Hanif mengatakan selama ini dunia pesantren yang dikesankan tradisional dan jauh dari nilai-nilai yang terkait kompetensi  atau skill untuk bekerja di dunia industri. Padahal, menurut dia, potensi santri pesantren tak kalah dengan pelajar lainnya.

“Pemerintah memberikan kesempatan yang luas bagi para santri untuk magang ke Jepang. Di sana mereka bisa untuk belajar sekaligus kerja magang untuk melatih kompetensi dan keterampilan kerja, “ kata Hanif.

Dalam tiga tahun belakangan ini kata Hanif sedikitnya ada 29 orang santri pesantren yang telah lolos seleksi dan mengikuti program pemagangan kerja di Jepang. Mereka berasal Ponpes Mambaul Maarif, Jombang, Jawa Timur dan Ponpes Gedongan, Cirebon, Jawa Barat.

“Dari pengalaman yang kita lihat, 85 persen alumni program ini menjadi wirausahawan baru. Banyak yang sudah sukses dan punya ratusan karyawan,beberapa diantaranya merupakan jebolan dari ponpes, “ kata Hanif.

Dijelaskan Hanif, pemagangan ke Jepang merupakan program yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pemuda-pemuda Indonesia dengan melalui magang di perusahaan Jepang. Para peserta magang itu akan berada di Jepang selama 3 tahun dan mengikuti program magang diperusahaan Jepang yang bergerak di berbagai bidang kejuruan yaitu di industri manufaktur dan konstruksi.

“Program pemagangan memberikan kesempatan kepada angkatan kerja muda meningkatkan kompetensi dan pengalaman sebagai bekal memperoleh pekerjaan yang semakin menuntut persyaratan kompetensi maupun untuk memulai usaha mandiri,” kata Hanif. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL