Jakarta, LiputanIslam.com–Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menandatangani kontrak politik dengan warga bekas penggusuran di Bukit Duri, Jakarta Selatan, Senin (9/01/2017). Dia berjanji akan membangun kembali rumah warga yang telah digusur.

Hal ini dia sampaikan saat menghadiri Deklarasi Kelompok Perempuan untuk Keadilan Sosial di Jalan Poncol, Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Anies berjanji akan membangun kembali perumahan warga menjadi lebih rapi.

“Insya Allah ke depan rumah-rumah bapak ibu, insya Allah bisa kembali hadir. Insya Allah di tempat ini hadir lagi tempat tinggal bapak ibu, dan izinkan mereka nanti, anak-anak kita punya catatan sejarah,” katanya ke warga saat sambutan.

Catatan sejarah yang dimaksud Anies adalah ketidak adilan yang pernah dilihat anak-anak warga korban penggusuran Bukit Duri. Lahan yang kini telah digusur akan diubah menjadi perkampungan yang rapi dan indah.

“Dulu ketidakadilan pernah terjadi di tempat ini. Anak-anak bapak ibu merasakan. Terus satu saat di tempat ini dibangun perkampungan yang rapi, yang bersih, yang nyaman dan anak-anak bapak ibu semua bisa tumbuh besar dengan baik,” jelasnya.

Warga penggusuran di Bukti Duri sendiri telah memenangkan gugutan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Jika terpilih menjadi gubernur, Anies akan berjanji melaksanakan seluruh putusan PTUN.

“Kalau saya terpilih gubernur saya akan laksanakan seluruh putusan PTUN ini,” tegasnya.

Di antara yang menjadi materi kontrak politik Anies dengan warga adalah moratorium penggusuran. Warga juga meminta pembenahan padat dilakukan secara partisipatif tanpa penggusuran.

“Ini sebagai permintaan yang rasional, yang logis, apa lagi pemerintah sudah terbukti melanggar dalam prosesnya,” katanya kepada wartawan.  (ra/detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL