Antasari Azhar

Antasari Azhar

Jakarta, LiputanIslam.com — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar mengajukan permohonan grasi ke Presiden Joko Widodo. Seperti diketahui, Antasari merupakan terpidana kasus pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrddin Zulkarnaen. Ia telah divonis hukuman penjara selama 18 tahun pada 11 Februari 2010.

Selaku kuasa hukum Antasari Azhar, Boyamin Saiman menyatakan bahwa pihaknya berharap agar Presiden menggugurkan hukuman pidana yang menjeratnya. Boyamin sudah mengirimkan surat permohonan grasi pada bulan Februari kemarin. Kemudian MA juga sudah melakukan telaah untuk memberikan pertimbangan.

“Tapi kan pertimbangan MA itu bisa tidak dipakai. Grasi itu kewenangan sepenuhnya Presiden,” ujar Boyamin, seperti dilansir Detik, 11 Mei 2015.

Dalam permohonan grasi yang dikirimkan itu, Antasari memohon dua hal yang sifatnya alternatif. Alternatif pertama, dia meminta pidana dihapuskan. Jika alternatif pertama tak dikabulkan, maka dia meminta alternatif kedua yakni pengurangan masa hukuman.

“Kami mengajukan grasi karena merasa ada kejanggalan dalam kasus ini mulai dari penyidikan, sampai ke persidangan,” kata Boyamin.

Alasan lainnya karena Antasari telah berjasa kepada negara sebagai Ketua KPK dan Jaksa karier tanpa cacat. Dia menambahkan, selama enam tahun menjalani hukuman penjara, Antasari juga sangat berkelakuan baik.  Bahkan, Antasari juga menjadi Ketua suku dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas), yang memberikan pembinaan hukum dan olahraga kepada seluruh narapidana di Lapas Tangerang.

“Juga dengan lahirnya cucu-cucu maka menjadi kebahagiaan apabila segera keluar Lapas,” pungkasnya.

Grasi yang diajukan Antasari ini mendapat banyak dukungan. Salah satunya, dari keluarga besar almarhum Nasruddin Zulkarnaen. Selain itu, dukungan juga datang dari guru besar hukum pidana internasional dan ahli hukum antikorupsi Universitas Padjadjaran (Unpad) Romli Atmasasmita. Dukungan juga datang pejuang hak asasi manusia yang juga Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Muchtar Pakpahan.

Untuk memperkuat grasinya, Antasari telah mengajukan rekomendasi amnesti ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL