Sumber: nu.or.id

Situbondo, LiputanIslam.com– Ancakan merupakan aneka buah-buahan yang digantung dibawah tenda tempat para Jemaah yang hadir pada acara peringatan maulid Nabi SAW. Buah-buahan disusun rapi dan diposisikan dengan baik sehingga berbentuk ancakan. Tradisi unik ini terlihat pada acara maulid Nabi di Pondok Pesantren Sumber Bunga, Kapongan, Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu (2/12).

Tradisi Ancakan sendiri sudah dilakukan oleh para ulama terdahulu. Buah-buah yang dihidangkan lalu didoakan dan diberikan untuk para jemaah yang hadir. Buah-buahan tersebut sebagai simbol bentuk rasa syukur atas dilahirkannya manusia agung, manusia pilihan dan kekasih Allah SWT yakni Nabi Muhammad SAW.

Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bunga, KH Zainuri bin KH Achmad Sufyan Miftahul Arifin menyampaikan, bahwa di daerah lain bukan hanya buah-buahan, tapi seperti aneka barang berharga lainnya, sesuai dengan kemampuan orang yang akan membawanya ke acara Maulid Nabi. “Ini sebagai bentuk rasa syukur,” ucapnya.

Kiai Zainuri menjelaskan, bahwa di berbagai daerah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan dengan bermacam-macam cara sesuai dengan budaya dan tradisi setempat. “Hal itu demi kecintaan kepada Nabi Muhammad. Dan memang sepantasnya Maulid Nabi itu dirayakan bagi umat Islam,” ungkapnya.

Sementara Pengasuh Pesantren Wali Songo Mimbaan Situbondo, KH Moh Kholil As’as Syamsul Arifin menerangkan tentang puncaknya iman, yakni ihsan. “Jika manusia sudah sampai pada puncak iman, tak ada yang dicinta dan diingat kecuali Allah. Demi Allah dan segala sesuatu yang dilakukannya hanya karena Allah, bukan untuk siapa-siapa,” katanya. (Ar/NU Online).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL