Nicholas Kurniawan/swa.co.id

Nicholas Kurniawan/swa.co.id

Jakarta, LiputanIslam.com – Bisnis ikan hias tak pernah surut dari tahun ke tahun. Buktinya anak muda bernama Nicholas Kurniawan mampu meraup jutaan bahkan ratusan juta rupiah per bulan dari bisnis yang digawanginya sejak usia belia. Kini anak muda berusia 21 tahun ini mampu menjual seribu ikan hias dari berbagai jenis ke Singapura, Thailand, Taiwan, Hong Kong, serta beberapa negara Eropa seperti Yunani, Belanda dan Inggris.

Sejak usia 7 tahun, Nico ternyata sudah memulai untuk berjualan apa saja. Jualannya sederhana, mulai dari mainan sampai dengan kue. Akhirnya ketika pada usia SMA, Nico mendapatkan inspirasi bisnis untuk lebih fokus pada satu produk saja. Bermula ketika Nico mendapatkan hadiah dari temannya berupa ikan gara rufa. Karena bukan merupakan ikan hias dan hanya digunakan untuk terapi pembersihan kulit akhirnya ikan tersebut dijualnya. Tak diduga sebelumnya ternyata ikan tersebut laku dijualnya. Akhirnya sejak tahun 2010 kemudian Nico serius menjalani bisnis di bidang ikan hias seperti dalam laporan wartawan swa.co.id.

Nicholas sangat cerdik karena memasarkan ikan hiasnya melalui dunia maya. Strateginya menggunakan kata kunci istimewa dengan nama “ikan tropis” asal indonesia berhasil menduduki halaman pertama urutan pertama di situs pencari google. Tak pelak jika konsumennya berasal dari berbagai belahan negara lainnya dan bukan hanya dari Indonesia.

Namun demikian, pencarian nama tersebut bukanlah pekerjaan yang mudah. Nico melakukan beberapa riset sehingga memutuskan untuk menggunakan nama tropical fish sebagai alamat situsnya di www..tropicalfish-indonesia.com. Selain itu Nico pun rajin memasang iklan di beberapa situ lain untuk mengenalkan situsnya sendiri.

Nico pun tak segan untuk langsung blusukan ke para pedagang ikan hias lainnya untuk melakukan kerjasama bisnis. Karena berhasil memberikan kepuasan kepada para rekan bisnisnya akhirnya Nico mendapatkan kepercayaan dari sejumlah pemasok ikan hias dari berbagai daerah di Indonesia seperti pulau Jawa, Kalimantan bahkan dari Papua. Dengan jumlah order yang cukup banyak akhirnya hal tersebut turut serta melambungkan nama Nico sehingga berdampak pada bertambahnya klien bisnis.

Aral melintang dan cobaan yang menghadang dijalani dengan penuh kesabaran. Mulai dari klien yang melakukan penipuan dan tidak membayarkan kiriman hingga ikan-ikan yang mati di perjalanan karena saat itu Nico belum begitu paham dengan tata cara pengiriman ikan yang benar. Dari berbagai pengalaman pahit tersebut akhirnya Nico mampu membuktikan dirinya dengan mengirimkan ikan untuk ekspor untuk pertama kalinya saat Nico masih duduk di bangku SMA kelas tiga. Dari situlah titik tolak kesuksesan Nico bermula. Ikan hiasnya laris di order pembeli.

Beberapa ikan hias yang yang di jualnya sangat beragam, bahkan ikan gara rufa yang menjadi inspirasi bisnisnya pun tetap dipasarkan. Arwana, ikan predator seperti spatula dan aligator pun merupakan salah satu produk yang dijual di situs online Nico.

Kini Nico menuliskan kisah susksesnya dalam buku berjudul Die Hard Antrepreneur. Harapan Nico kedepan adalah mampu mengembangkan bisnisnya dan membuat pusat penangkaran yang lebih besar lagi. Ia juga ingin memperbanyak produksinya dan memperluas jaringan baik dalam dan luar negeri. (fie) 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL