antaranews.com

antaranews.com

Jakarta, LiputanIslam.com – Setelah ‘perang’ dengan ilegal fishing berhasil meningkatkan pendapatan tangkapan ikan nelayan dan peningkatan pesanan para pengusaha ikan Indonesia, kali ini para petani boleh lega karena pemerintah memastikan akan menutup keran impor beras karena kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi dari dalam negeri.

Kementerian Perdagangan memastikan tidak akan membuka keran impor beras meskipun saat ini harga kebutuhan pokok masyarakat tersebut sudah mengalami kenaikan mencapai 30 persen.

“Tidak akan ada impor (beras), pasti,” kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, dalam jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat, seperti dilansir dari antaranews.com.

Rachmat mengatakan, langkah untuk tidak membuka keran impor beras tersebut dikarenakan pemerintah masih memiliki stok beras yang mencukupi di Perum Bulog, dan juga dalam waktu dekat akan memasuki masa panen raya.

“Stok kita ada, panen raya juga akan dalam waktu dekat,” ujar Rachmat.

Rachmat menjelaskan, jika pemerintah membuka keran impor beras, maka diperkirakan beras tersebut akan masuk ke Indonesia kurang lebih pada Maret 2015, atau pada saat bersamaan dengan panen raya.

“Jika saya impor, pada Maret 2015 datang, barang masuk bersamaan dengan panen raya, jadi tidak bagus untuk para petani kita,” ujar Rachmat.

Rachmat menjelaskan, kendati harga beras mengalami kenaikan, namun pemerintah enggan untuk dipermainkan dan membuka keran impor. Oleh karena itu, pihaknya akan mempergunakan cadangan yang dimiliki Bulog untuk operasi pasar melalui Satgas Bulog.

“Jangan sampai dengan harga naik begini kita mau dimainkan untuk impor saja, itu tidak boleh. Mentan baru berbicara dengan saya, kita akan pakai cadangan Bulog untuk operasi pasar,” kata Rachmat.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring, menyatakan bahwa luas panen pada Maret 2015 akan mencapai 2,4 juta hektar atau setara dengan 12 juta ton gabah kering.

“Pada Maret, kita prediksi panen akan mencapai 2,4 juta hektar, atau setara dengan 12 juta ton gabah kering atau 7,1 juta ton beras,” kata Hasil.

Hasil mengatakan, pada Januari 2015 sendiri, luas panen mencapai 621 ribu hektar, atau setara dengan 3,2 juta ton gabah kering atau sebanyak 1,9 juta ton beras. Pada Februari 2015 luas panen naik menjadi 1,3 juta hektar, atau setara dengan 6,7 juta ton gabah kering atau 3,9 juta ton beras.

“Untuk April 2015, luas panen sebesar 2,1 juta hektar, setara dengan 10,6 juta ton gabah kering atau 6,1 juta ton beras,” ujar Hasil. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL