Rully Prasetya/kemenkeu.go.id

Rully Prasetya/kemenkeu.go.id

LiputanIslam.com – Indonesia seakan tak kekurangan insan yang gemilang dalam bidang pendidikan. Tengoklah Rully Prasetya (24) yang tengah mempersiapkan dirinya untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas College London (UCL) untuk program doktoral. Di usia yang masih sangat muda, Rully kini telah menyelesaikan dua program masternya. Ia mendapatkan beasiswa untuk kedua gelar masternya baik di UCL maupun di National University of Singapore (NUS).

Saat ini Rully bekerja sebagai seorang penelti di Economics Research Institute of ASEAN and East Asia (ERIA). Ia cukup beruntung karena memiliki keluarga yang bersahaja. Ayahnya adalah Mantan Kepala Sekolah Menengah Pertama yang kini bekerja di Dinas Kearsipan Kabupaten Darmasraya, Sumatera Barat. Sementara sang ibu adalah seorang bidan. Rully memiliki satu kakak dan dua adik.

Sejak remaja, Rully sudah dididik mandiri oleh kedua orang tuanya. Bahkan Rully sudah berprestasi sejak di bangku sekolah. Rully pernah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar selama satu semester di University of Utah, Amerika Serikat. Melalu program itulah Rully merasa terbuka wawasannya tentang betapa pentingnya menempuh pendidikan di luar negeri.

Rully mendapatkan beasiswa dari NUS untuk menyelesaikan program magister dual degree di Public Policy Programme The Lee Kuan Yew School of Public Policy, NUS, Singapura dan Graduate School of Public Policy, The University of Tokyo, Jepang. Selain itu Rully juga telah menyelesaikan program masternya di University of College London. Berkat prestasinya yang mendapatkan predikat memuaskan (distinction), Rully langsung mendapatkan beasiswa LPDP di tempat yang sama pada program doktor.

Salah satu kunci keberhasilan Rully adalah memiliki prestasi akademik juga pengalaman organisasi yang mumpuni. Saat menempuh pendidikan Sarjana di UI, Rully sangat aktif di berbagai kegiatan mahasiswa, baik itu mengikuti seminar-seminar maupun turun ke jalan untuk ikut berdemonstrasi. Meskipun ditengah kesibukannya menjalani kegiatan di lima organisasi yang berbeda, ia tetap berprestasi dalam bidang akademik.

Yang menarik adalah Rully kerap menyempatkan diri untuk berjualan donat. Ia harus setiap pagi mengambil donat dari pabrik kemudian dititipkan di koperasi kampus. Apa yang dia lakukan semata bukan untuk menambah uang sakunya. Melainkan untuk disumbangkan atau dipergunakan untuk menambah jalannya roda organisasi yang ia jalani, seperti dilansir dari Media Keuangan Kemenkeu.

Kepada anak-anak muda yang ingin meraih beasiswa LPDP, Rully memiliki pesan khusus.”Maksimalkan waktu. Saat belajar di kampus pastikan dapat ilmunya dan aktif,” ujar Rully. Optimalisasi diri dan waktu yang baik, lanjutnya, tidak hanya akan mempermudah jalan untuk meraih beasiswa.”Kalau sudah terbentuk menjadi karakter, maka itu akan sangat diperlukan di dunia kerja,” Rully menambahkan. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*