Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (PD Pontren Kemenag), Ahmad Zayadi mengatakan bahwa karakter kerja keras dan kemandirian santri di pondok pesantren membuat mereka tidak tergerus perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Bahkan, di era milenial saat ini (zaman now), tidak sedikit santri yang melek atau mempunyai kompetensi di bidang teknologi.

“Kita ekspos dan speak-up kepada publik bahwa santri dalam kaitan penguasaan teknologi dan literasi terhadap produk teknologi juga sangat luar biasa. Terbukti dari peminat dan peserta yang mencapai ratusan karya,” ungkapnya seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Kamis (18/10).

Ahmad Zayadi menyatakan bahwa dalam rangka memperingati Hari Santri 2018, pihak mengadakan Santri Millennial Competitions 2018. Menurutnya, lomba bernuansa milenial ini membuktikan santri di Indonesia melek teknologi maupun isu-isu terkini. Hal ini sebagai bentuk respon pesantren terkait dinamika yang berkembang dan tantangan ke depan.

Adapun kompetisi santri milenial dengan total hadiah puluhan juta ini terbagi dalam kategori umum dan santri. Ada tiga cabang kompetisi, yaitu: Video Iklan Layanan Masyarakat tentang Moderasi Islam, Kontes Desain Meme tentang Moderasi Islam, dan Video Lalaran Nadzom Alfiyah.

Ahmad menambahkan, peringatan Hari Santri 2018 mengangkat tema “Bersama Santri Damailah Negeri”. Puncak peringatan Hari Santri 22 Oktober 2018 rencananya akan dilaksanakan di Tasikmalaya, Jawa Barat. (ar/NU Online).

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*