Sumber: eljhonnews.com

Bandung, Liputanislam.com– Pakar Ekonomi Kelautan Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa untuk menjadi negara maju Indonesia harus menjadi bangsa yang produktif, bukan konsumtif. Menurutnya, jika Indonesia ingin maju, maka rumus pertumbuhan ekonominya, yakni investasi, ekspor-impor dan konsumsi.

“Jadi kalau negara ingin maju, investasi atau industrialisasi atau penanaman modal plus ekspor harus lebih besar dari impor dan konsumsi,” ucapnya Kuliah Umum yang bertema ‘Pembangunan Ekonomi Kelautan Berbasis Industri 4.0 untuk Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia’ di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa barat, pada Rabu (5/9).

“Jadi bangsa ini harus tangan di atas jangan di bawah, harus menjadi bangsa yang produktif. Jurusnya harus cerdas, teknologi, riset dan development. Itulah jangka panjang yang harus segera dilakukan untuk hasilnya nanti bisa dirasakan lima tahun ke depan,” ujarnya.

Salah satu dampak konsumtif tersebut, lanjut dia, ialah keadaan rupiah saat ini. Melemahnya rupiah penyebab utamanya adalah defisit neraca perdagangan di mana Indonesia masih lebih banyak impor daripada ekspor.

“Hal tersebut terjadi karena sebagian masyarakat kita konsumtif bukan produktif. Terlihat dari komposisi produk domestik bruto bangsa kita atau pertumbuhan ekonomi kita di mana 60 persen dari sektor konsumsi,” terangnya.

Oleh karena itu, menurut Rokhmin pemerintah harus membatasi impor terutama barang konsumsi. Selain itu, pemerintah juga harus mendorong sektor-sektor yang bisa menciptakan lapangan kerja, yang teknologinya sederhana dan modal usahanya kecil seperti perikanan budidaya dan UKM. (ar/inews).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*