Sumber: swararakyat.com

Jakarta, LiputanIslam.com– Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD tidak memperdulikan berbagai hoaks yang menyerangnya. Apalagi hoaks-hoaks itu tidak berdasar dan dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Mahfud menegaskan bahwa keselamatan bangsa dan negara jauh lebih penting dari semua itu.

Hoax-hoax tentang saya itu tidak penting dan bisa diurus nanti saja. Yang jauh lebih penting adalah menyelamatkan negara dari segala dampak konflik yang mengiringi pemilu 2019 yang panas ini,” tegasnya di Jakarta, pada Senin (20/5).

Mahfud menyatakan bahwa pada saat ini para penyebar berita bohong (Hoaks)  itu akan dibiarkan lebih dulu demi kepentingan yang lebih besar yaitu menyelamatkan negara dari situasi panas selama Pemilu 2019. Salah satu hoaks itu ialah yang menyebutkan MK yang dipimpinnya (Mahfud) memutuskan memenangkan pasangan calon Sugianto Sabran yang telah melakukan kecurangan di Pilkada Kotawaringin Barat 2010 silam.

Baca: Polisi Tangkap Pria Penyebar Hoaks dan Adu Domba TNI-Polri

“Itu hoax besar, terbalik total. Sebab nyatanya MK saat itu justru memenangkan Ujang Iskandar. Sekarang Pak Sugianto maupun Pak Ujang masih hidup. Coba tanya kepada mereka mengenai posisi kasusnya,” ungkapnya dalam keterangan tertulis Senin (20/5).

Hoax lainnya yang juga menerpa Mahfud adalah dia disebut adalah keturunan Aryo Omongkoro dari Bangkalan yang kemudian menjadi tentara KNIL Belanda pada awal 1900-an kemudian tewas dalam perang Aceh melawan Belanda. Mahfud menyatakan hoaks itu tidak benar sama sekali.

Mahfud MD menuturkan bahwa leluhurnya dari garis ayah adalah petani dan bukan termasuk keturunan bangsawan. Sedangkan dari garis sang ibu adalah Buju’ Rabah yang punya kaitan silsilah dengan Kyai As’ad Syamsul Arifin di Situbondo. (aw/suara/beritasatu).

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*