Foto: baltyra.com

Foto: baltyra.com

LiputanIslam.com-Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Kopi Aceh, kopi Sumatera, kopi Toraja serta beberapa kopi dari tanah Indonesia sudah menjadi produk unggulan di cafe-cafe di berbagai negara di dunia. Uniknya lagi, di daerah Bondowoso, Jawa Timur, tepatnya dibawah pegunungan gunung Ijen, Indonesia mampu mengembangkan jenis kopi Liberica yang dikenal memiliki rasa sayuran. Kopi jenis Liberica tidak terlalu pahit seperti Robusta dan tidak terlalu asam seperti Arabica.

Sayangnya dengan keunggulan tersebut, sebagian masyarakat Indonesia masih belum beralih dari kopi sachet yang sebetulnya memiliki kualitas jauh dibawah kopi hasil petani lokal Indonesia. Kopi sachet menggunakan kopi dengan kualitas yang sangat rendah, sehingga bisa dijual dengan harga yang lebih murah. Padahal, dengan biaya sedikit lebih mahal, masyarakat mampu menikmati kopi berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Seperti yang dihimpun dari rasamasa.com, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para penikmat kopi agar dapat menikmati kopi dengan cara yang benar.

1. Kopi Berkualitas

Kopi berkualitas tentu tidak berharga seribu rupiah saja untuk satu sachet. Ada baiknya langsung membeli kopi pada penjual kopi bubuk di pasar, jika tidak bisa langsung dari perkebunannya. Disitulah kualitas kopi yang sebenarnya lebih unggul jika dibandingkan dengan kopi sachet murah. Kopi sachet murah biasanya akan lebih banyak creamer dan gula dibandingkan kopinya itu sendiri.

2. Cara Menyeduh

Ada berbagai cara dalam menyeduh kopi. Salah satunya adalah dengan cara merebus kopi secara langsung dengan suhu tertentu. Sebaiknya juga panci ditutup rapat agar aroma kopi tidak hilang dan menguap. Tidak perlu terlalu lama, cukup hingga sampai mendidih dan mengeluarkan aroma khas. Kemudian langsung dituangkan ke dalam cangkir. Akan lebih nikmat jika diminum tanpa gula, susu atau creamer.

3. Penyimpanan Kopi

Akan lebih baik kopi disimpan dalam bentuk biji yang sudah kering. Pembelian kopi bubuk tidak perlu terlalu banyak. Cukup antara 200 gram sampai dengan 300 gram saja. Hal tesebut demi menjaga kesegaran dan originalitas rasa. Jika dapat menggiling sendiri, tentu hal tersebut merupakan sebuah keunggulan tersendiri. karena langsung menikmati rasa yang sesungguhnya. Ibarat menikmati buah, seperti memakan buah yang baru dipetik dari pohonnya.

4. Kopi Luwak

Kopi Luwak yang merupakan hasil fermentasi dari hasil pencernaan binatang Luwak, dinyatakan Halal oleh MUI setelah melalui proses pencucian atau dibersihkan. Jadi umat muslim tidak perlu khawatir lagi dengan kehalalannya.

5. Perbedaan Robusta dan Arabica

Pada umumnya dua jenis kopi ini memang berbeda dari segi rasa. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa Robusta memiliki rasa lebih pahit sedangkan Arabica memiliki rasa asam. Rasa pahit dan asam itulah yang merupakan sensasi yang dicari oleh para penikmat kopi sejati. Umumnya para coffee lover tidak lagi menambahkan gula atau tambahan lain pada kopinya. (fie)

DISKUSI:
SHARE THIS:
Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL