No2ISIS BAruBanten, LiputanIslam.com — Usaha pemerintah dalam membendung penyebaran ideologi transnasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali membuahkan hasil, dengan keluarnya empat warga Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dari keanggotaan organisasi terlarang tersebut. Mereka, ‘bertobat’ dan membuat surat pernyataan mengundurkan diri. “Semua anggota ISIS itu warga Kecamatan Wanasalam,” kata Kapolres Lebak Ajun Komisaris Mulia Nugraha di Lebak, Minggu, 26 April 2015.

Keempat anggota ISIS yang keluar dan mengundur diri itu adalah AM Fatwa (30), Ucu (32), Hilman Multajim (33) dan Aminudin (40). Disebutkan bahwa pengunduran diri dari keanggotaan ISIS itu dengan sukarela dan tidak ada unsur paksaan. Mereka membuat surat pernyataan keluar dari organisasi yang terlarang berkembang di Indonesia itu.

Pernyataan pengunduran diri tersebut juga disaksikan oleh Kepolisian, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Forum Pondok Pesantren (FPP). Kepolisian akan mengawasi para mantan anggota ISIS itu agar Kabupaten Lebak bebas dari organisasi yang terlarang dan menyesatkan. Selain itu juga akan dilakukan pembinaan sehingga mereka para mantan anggota ISIS kembali normal di masyarakat.

“Kami terus mengoptmalkan pengawasan dan pembinaan agar mereka tidak melakukan gerakan yang menyimpang dan melawan hukum,” katanya.

Ia menyebutkan, sebetulnya berdasarkan pengakuan dari empat anggota ISIS itu terdapat 20 warga Lebak yang sudah dibaiat. Namun, anggota ISIS yang menyatakan keluar dan mengundurkan diri baru empat orang.

“Kami siap menerima anggota ISIS maupun organisasi yang terlarang itu kembali ke jalan yang benar sesuai ketentuan-ketentuan agama dan Undang-Undang yang berlaku di Tanah Air,” katanya, seperti dilansir Antara, 27 April 2015.

Saat ini, keberadaan kelompok ISIS di Indonesia adalah sesuatu yang nyata, bukan sekedar dugaan semata. Berbagai acara baiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi marak digelar di berbagai kota, sebelum akhirnya dilarang pemerintah.

Sementara itu, pemerintah juga masih memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atau kelompok Santoso, yang juga telah menyatakan baiat kepada ISIS. Baiat ini artinya MIT adalah cabang ISIS di Indonesia.

Daeng Koro, adalah salah satu pentolan MIT yang tewas saat saat baku tembak dengan aparat kepolisian di hutan Kabupaten Parigi Moutong beberapa pekan lalu. Usai baku tembak itu, polisi menemukan telepon genggam milik Daeng Koro yang berisi sejumlah gambar dan rekaman video terkait pelatihan bela diri yang diduga kuat untuk mengkader calon anggota kelompok teroris.

Di dalam telepon genggam trersebut juga terlihat istri Daeng Koro dan anaknya yang membawa senjata laras panjang. Dalam penggeledahan lanjutan itu, polisi kembali menemukan bendera ISIS warna hitam, kaos lengan panjang bertulis logo ISIS, teropong, jas hujan, masker, kompas, pisau dan sejumlah buku-buku agama. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL