LiputanIslam.com —Para pemimpin Arab yang bersidang di Tunis akhirnya mengeluarkan keputusan berisi pengecaman atas keputusan AS yang mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel. Sekjen Liga Ahmed Aboul Gheit menyatakan bahwa Golan merupakan wilayah Suriah menurut hukum internasional dan keputusan PBB. Dia juga menyatakan bahwa keputusan AS itu benar-benar tidak berharga.

Di tengah skeptisisme terhadap negara-negara Arab yang biasanya selalu sibuk dengan egoisme  masing-masing, munculnya kecaman ini bisa disebut sebuah angin segar. Ini juga menunjukkan betapa keputusan Presiden Donald Trump terkait pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel telah menghidupkan kembali alarm tanda bahaya keberadaan rezim Zionis Israel.

Pada 25 Maret lalu, Trump menandatangani proklamasi yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Ini adalah gebrakan jahat Trump yang menyalahi hukum internasional yang menyatakan bahwa kawasan itu adalah milik Suriah dan sejak 1967 sedang diduduki alias dijajah oleh Israel. Sejauh ini, tak ada satu negara pun di dunia ini yang mengakui kekuasaan Israel atas Golan. Berarti, AS menjadi negara pertama yang mengesahkan penjajahan Israel atas sebuah kawasan milik Suriah. Sebelumnya, pada 6 Desember 2017, AS juga menjadi negara pertama yang mengakui secara resmi bahwa Jerusalem adalah ibu kota Israel.  Di bawah Trump, AS menjadi monster yang makin nyata menunjukkan dukungannya terhadap perilaku rezim rasis dan imperialis bernama Zionis Israel.

Sebagaimana yang kita ketahui, kejahatan Israel itu sudah sampai di puncak ubun-ubun. Sudah jutaan orang tewas dan jutaan lainnya terlunta-lunta sebagai pengungsi akibat ulah Israel. Sudah banyak sekali kritik dan kecaman – meskipun hanya  bersifat formalitas— yang dilontarkan. Dikatakanb formalitas belaka, karena resolusi kecaman apapun yang ditujukan kepada Israel selalu saja diamputasi oleh hak veto yang dimiliki oleh sekutu setia Israel, yaitu Amerika Serikat. Data menunjukkan bahwa hingga saat ini, Amerika sudah memveto 43 resolusi kecaman PBB terhadap Israel.

Sungguh mengerikan kejahatan demi kejahatan yang digelar Israel, dan selalu saja dibela oleh Amerika. Kini, dengan pengakuan sepihak atas Dataran Tinggi Golan, AS menambah panjang daftar dukungan atas kejahatan yang dilakukan Israel. Ini bermakna bahwa AS sampai sekarang masih menjadi pendukung sebuah entitas yang dibentuk dengan watak dasar yang rasis, rakus, dan imperialistis.

Pengakuan AS terkait Dataran Tinggi Golan adalah bagian yang tak terpisahkan dari upaya Israel untuk terus mewujudkan ambisi pembentukannya, yaitu mewujudkan The Promised Land, yaitu sebuah negara bernama Israel Raya yang kawasannya membentang dari Mesir hingga Irak. Ini adalah wilayah kekuasaan yang merujuk kepada imperium Nabi Sulaiman bin Daud alaihimas-salam.

Celakanya, hingga kini, Israel tak pernah merevisi ambisi tersebut. Artinya, tindak-tanduk mereka itu, semuanya masih tersandera oleh sebuah ambisi yang sangat imperialistis; sebuah ambisi yang pengimplementasiannya meniscayakan perampasan serta penjajahan atas sejumlah kawasan dan negara di Timur Tengah; termasuk Al-Quds, termasuk Dataran Tinggi Golan, bahkan Jordania, Lebanon, Irak, teramasuk sebagian Arab Saudi dan sebagian negara-negara Arab-Muslim lainnya. (os/editorial/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*