Gang Dolly (foto:latitudes.nu)

Gang Dolly (foto:latitudes.nu)

Gang Dolly sudah lama jadi kontroversi. Sejak lama orang-orang merasa gerah dengan keberadaannya. Bagaimana tidak, Dolly adalah kawasan lokalisasi pelacuran terbesar di Asia Tenggara. Di satu kawasan itu, terdapat sekitar 400 wisma (rumah yang menyediakan pelayanan seks), dengan jumlah PSK mencapai 1.025 orang. Dalam sehari, uang yang berputar mencapai kisaran 400 juta rupiah.

Kawasan tersebut terletak di ibukota sebuah provinsi yang dikenal sebagai basis kaum santri di Indonesia. Tapi, mereka yang gerah itu selalu terpental oleh kokohnya benteng yang melindungi kepentingan Dolly. Bahkan seorang Bu Risma (Walikota Surabaya) yang dikenal tegas dan galak pun sempat dibuat grogi.

Lalu, apa yang menyebabkan Bu Risma akhirnya mantap memutuskan penutupan Dolly? Dalam wawancaranya di Mata Najwa (Metro TV), ketetapan hati tersebut dipicu oleh penemuan yang sangat mengejutkan sekaligus menyayat hati. Bu Risma menemukan ada seorang PSK berusia 60 tahun yang masih terus menjalankan profesinya. 60 tahun? Masih beroperasi? Ya, dan karena sudah tua itu, pelanggannya jelas bukan dari kalangan usia normal. Para pelanggannya anak-anak usia SD/SMP yang hanya mampu membayar seribu atau dua ribu rupiah.

Fakta ini dipandang dengan cara yang berbeda oleh Bu Risma. Jika faktanya ada orang yang terus melacur sampai tua, dengan bayaran yang sangat sedikit, itu menunjukkan bahwa pelacuran sama sekali tidak bisa diandalkan untuk mengentaskan para pelacur dari kemiskinan. Mereka tetap melacur dan tetap miskin sampai tua. Jika demikian, dalam logika Bu Risma, kenapa mereka tidak ‘dipaksa’ untuk beralih profesi mengerjakan hal yang produktif dan halal?

Kasus Dolly dan ‘penemuan’ Bu Risma bahwa ekonomi adalah alasan absurd bagi legalisasi segala macam pelacuran sebenarnya sudah lama ditegaskan oleh Al Quran. Di dalam surah Al Baqarah 268, Allah menjelaskan bahwa sesungguhnya, setan meniupkan ilusi kemiskinan manakala manusia digiring melakukan dosa yang keji (Asy-Syaithanu ya’idukum bil-faqri wa ya`murukum bil-fahsyaa`). Terlihat dengan jelas bahwa kasus lokalisasi pelacuran adalah perangkap setan, sosok makhluk yang pada dasarnya adalah musuh nyata manusia.

Karena itu, kita semua perlu mendukung Risma. Dan kepada siapapun yang terkait dengan dunia keji ini, tinggalkan segera. Lanjutan kalimat dari ayat di atas sangat relevan untuk direnungkan dalam kasus Dolly ini. Tinggalkan dunia hitam, dan kembali ke jalan yang benar. Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya (wallahu ya’idukum maghfiratan minhu wa fadhlan). Allah pasti akan membuka pintu-pintu rezeki-Nya kepada siapapun yang ingin menjalani kehidupan secara benar. Dan innallah waasi’un ‘aliim, Allah adalah Zat yang Mahaluas dan Maha Mengetahui.(Editorial/LiputanIslam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL