perang-mediaMedia memang memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan opini publik. Sayangnya, banyak pihak di dunia yang  menyalahgunakan kekuatan media itu demi untuk memuluskan agenda mereka, tanpa peduli meskipun cara yang dilakukan penuh dengan manipulasi data yang menjurus fitnah.

Sebuah polling terbaru yang dibuat oleh lembaga AS menunjukkan, hampir setengah masyarakat Amerika percaya bahwa Palestina-lah yang menduduki Israel — bukan sebaliknya. Hasil jajak pendapat itu menunjukkan bahwa 49,2% rakyat AS percaya bahwa Palestina yang menjajah Israel. Adapun mereka yang masih percaya bahwa Israel sebagai penjajah jumlahnya hanya 39%. Sisanya (11%) menyatakan tidak tahu.

Polling yang sama, dengan pertanyaan serupa, juga digelar di negara-negara lain, yaitu Kanada, Inggris, dan Mexico. Di ketiga negara tersebut, meskipun mayoritas responden tetap menganggap Israel sebagai penjajah, tapi jumlah mereka yang percaya bahwa Palestina-lah sebagai penjajah juga cukup signifikan. Di Kanada, mereka yang percaya bahwa Palestina penjajah mencapai angka 34%. Di Inggris, angkanya mencapai 27%. Sedangkan di Mexico, angkanya mencapai 39%.

Menurut jajak pendapat tersebut, alasan responden memiliki keyakinan bahwa Palestina lah bangsa penjajah, bukan Israel, disebabkan oleh citra Israel sebagai negara demokratis. Bagi mereka, mustahil sebuah bangsa yang demokratis bisa sampai menjadi bangsa penjajah. Mustahil pemerintahan yang sedemikian menghormati hak warga sipil, sampai tega melakukan penistaan terhadap hak bangsa lain. Sebaliknya, Palestina mereka yakini sebagai penjajah, karena citra bangsa ini sebagai bangsa Muslim. Citra Islam saat ini sedemikian terpuruknya akibat ulah keji dan bodoh kelompok ekstrem semisal ISIS.

Maka, lengkaplah sudah anatomi pencitraannya: Israel yang demokratis di satu sisi, dan Palestina yang Muslim (bangsa yang terhubung secara akidah dengan kelompok ISIS) di sisi lainnya.

Kaum Muslimin di Indonesia mungkin sulit untuk percaya, bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Bagaimana mungkin sebuah fakta yang sedemikian jelas bisa diputarbalikkan sedemikian rupa hingga yang mengemuka adalah kebalikannya secara diametral?  Bagaimana mungkin Israel yang keji, rasis, yang melakukan pembunuhan massal, dan secara demonstratif melakukan penistaan, bisa berubah citra menjadi bangsa yang mazhlum?

Ya, sekali lagi, inilah dia kekuatan media sebagai pembentuk opini.  Yang harus kita lakukan adalah bersikap kritis terhadap apapun yang diberitakan oleh media mainstream Barat. Terlalu banyak fakta yang menunjukkan, betapa mereka itu sangat sering memanipulasi informasi bahkan memutarbalikkan fakta. Pesan Al-Quran terkait hal ini sangat jelas: Jika ada orang fasik membawa berita, lakukan konfirmasi/tabayyun (Al-Hujurat [49]: 6).

Dalam urusan Palestina, alhamdulillah, sikap kritis kaum Muslimin terhadap segala macam berita dari Barat umumnya masih lumayan tinggi. Jika jajak pendapat dengan pertanyaan yang sama digelar di negara-negara Muslim (misalnya Indonesia), hampir pasti bahwa prosentasi dukungan kepada Palestina pastilah sangat tinggi. Mayoritas kaum Muslimin dunia pastilah menolak segala upaya pencitraan yang dilakukan media Barat soal Israel. Mereka juga akan mengkritisi segala narasi media mainstream yang memojokkan Palestina.

Sayangnya, sikap yang berbeda ditunjukkan dalam kasus Suriah. Cukup banyak kaum Muslimin yang menelan mentah-mentah segala macam narasi Barat soal krisis di negeri ini, serta menolak narasi yang berasal dari media alternatif.

Dalam kasus terakhir soal Aleppo, misalnya, narasi yang dipercaya oleh kebanyakan kaum Muslimin adalah soal serangan brutal tentara Suriah dan Rusia terhadap fasilitas sipil seperti rumah sakit. Sedangkan narasi media alternatif yang menyatakan bahwa itu adalah operasi pembebasan Aleppo dari kelompok teroris Jabhah Al-Nusra umumnya tidak digubris. Padahal, narasi kebrutalan tentara Suriah dan Rusia itu berasal dari media yang sama, yang juga mencitrakan Palestina sebagai bangsa teroris. (ot/editorial/liputanislam.com)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL