LiputanIslam.com –Berbagai berita yang terkait dengan perkembangan terakhir di Irak dan Suriah menyebutkan bahwa gerakan bernama ISIS, monster yang menjadi mimpi buruk bagi dunia, kini sedang menghitung waktu menunggu ajal. Mosul, kota tempat pendeklarasian ISIS oleh Abu Bakar Al-Baghdadi, sudah direbut kembali oleh tentara Irak yang dibantu oleh milisi rakyat pro pemerintah. Demikian juga dengan kota Raqqa di Suriah yang selama ini menjadi basis utama ISIS, kini sudah direbut tentara dan rakyat Suriah. Bahkan, Abu Bakar Al-Baghdadi dikabarkan telah tewas, menyusul tewasnya puluhan komandan ISIS dalam berbagai aksi penyerangan.

Tiga tahun lamanya Dunia harus menyaksikan tragedi sangat dahsyat ini. Suriah dan Irak (bagian utara) luluh lantak. Berbagai infrastruktur hancur. Puluhan ribu orang meregang nyawa secara sia-sia. Sebagiannya dibunuh dengan cara yang amat keji: disembelih, dibakar, atau diledakkan. Ratusan ribu orang terpaksa mengungsi, mencari tempat kehidupan yang layak. Sebagian perempuan menjadi budak seks. Dan masih banyak tragedi memilukan lainnya.

Sangat miris bagi kita, manakala kita menyadari bahwa semua tragedi itu dipicu oleh fitnah dan kebohongan. Beragam kebohongan ditebar dengan sangat masif. Dikatakan bahwa Bashar Assad dan pemerintahan Irak adalah rezim-rezim Syiah yang menindas orang-orang Sunni. Berbagai foto dan video hoax disebarkan, hingga membangkitkan “solidaritas dan emosi palsu”. Lalu, puluhan ribu orang (ratusan orang di antaranya berasal dari Indonesia) pergi ke Suriah untuk kemudian terlibat dalam gerakan “jihad palsu”. Para “mujahidin palsu” itulah yang kemudian menciptakan tragedi mahadahsyat di era modern.

Islam sebenarnya sudah lama mengingatkan soal tragedi yang bisa muncul jika ummat ini tidak berhati-hati terhadap isu palsu. Ayat Al-Quran tentang masalah ini juga sangat populer: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum, karena kebodohan kalian, yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu”. [Al Hujurat: 6].

Entah kenapa, untuk kasus Suriah ini, kehati-hatian sepertinya hilang lenyap di udara. Yang ada malah hiruk-pikuk dan euforia jihad yang penuh dengan kepalsuan.

Tentulah sebuah kebodohan jika tragedi yang memilukan ini tidak menjadi bahan renungan bagi kita semua. Khusus bagi mereka yang selama ini ikut terpengaruh atau terlibat dengan kebohongan dan kebodohan jihad palsu ini, bertobatlah. Dosa yang kalian lakukan sudah teramat sangat jelas. Jika kalian meneruskan dosa ini, azab dunia dan akhirat siap menanti. Jika kalian bertobat dengan cara yang benar, ada harapan Allah akan menerimanya. Wallahu a’lam. (ot/editorial/liputanIslam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL