Liputanislam.com –Sebuah tayangan video yang diunggah di youtube menunjukkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sedang memberikan orasi ilmiah di sebuah perguruan tinggi di Padang, Sumatera Barat, sekitar tiga minggu yang lalu. Ada sejumlah pesan penting yang disampaikan pejabat nomor satu di Indonesia dalam hal keamanan negara itu. Salah satunya adalah soal menjaga NKRI dari berbagai ancaman yang datang dari luar.

Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia malah bisa memancing bencana bagi negeri ini. Dulu, dengan alasan kekayaan inilah kaum imperialis mendatangi negeri ini. Setelah Indonesia merdeka, upaya untuk tetap menghegemoni bangsa ini tak pernah hilang, karena kekayaan alam bangsa Indonesia masih banyak tersisa. Apalagi sebagian dari kekayaan alam itu berupa sumber daya alam yang bisa diperbaharui (renewable resources) seperti kekayaan laut (perikanan) dan juga kekayaan hutan. Kekayaan yang tersisa ini masih menggiurkan pihak-pihak asing untuk menguasainya.

Ada beragam cara yang dilancarkan oleh pihak asing untuk menguasai negeri ini, dan cara paling efektif adalah dengan memecah-belah rakyat Indonesia. Sejarah imperialisme dunia menunjukkan bahwa sebuah bangsa yang bersatu tak pernah bisa ditaklukkan; dan sebaliknya, gerbang  utama penaklukkan sebuah bangsa adalah memecah persatuan dan kebersamaan bangsa ini.

Saat sebuah bangsa saling cakar dengan sesama, bangsa itu akan melemah dengan sendirinya. Energi bangsa ini akan habis dikuras untuk saling melemahkan. Di saat itulah pihak asing akan masuk dan melakukan segala macam kelicikan demi tercapainya keinginan mereka.

Dalam orasi ilmiah tersebut, Jenderal Gatot secara jelas menunjuk radikalisme berjubah Islam sebagai ancaman terbesar bagi persatuan dan kesatuan bangsa di saat ini. Dengan menggunakan video yang dibuat liputanislam.com sebagai data, Jenderal Gatot merujuk kasus porak-porandanya Suriah sebagai contoh dan ancaman bagi bangsa Indonesia. Jenderal Gatot meyakini bahwa Indonesia berpotensi menjadi ‘Suriah berikutnya’. Jenderal Gatot melihat bahwa pola-pola yang membentuk tragedi Suriah sudah tampak nyata di Indonesia. Jika kita tidak mengantisipasinya, keterpurukan  Indonesia hanya tinggal menunggu waktu.

Bersama dengan Jenderal Gatot, kita menyeru kepada siapa saja yang mencintai bangsa ini agar mewaspadai radikalisme berkedok agama. Kepada kaum Muslimin yang menjadi ummat mayoritas di negeri ini, kita menghimbau agar mereka tidak mudah termakan fitnah yang berujung kepada permusuhan. Kepada saudara-saudara non-Muslim sesama anak bangsa, kita ingin menegaskan bahwa fitnah, provkasi, dan radikalisme itu sebenarnya tak ada dalam literatur agama Islam. Itu hanyalah ulah sekelompok kecil ummat Islam yang menyalahpahami ajaran agama.

Kabar baiknya, di tengah-tengah bangsa ini masih sangat banyak tokoh dan komponen yang setia kepada Islam yang hakiki. Di sisi lain, kita masih mempercayai Pancasila sebagai dasar negara  serta perekat kesatuan dan persatuan bangsa. Inilah yang harus kita jaga sebaik-baiknya, agar radikalisme tidak berkembang terlalu jauh.

Demi keterjagaan bangsa ini, jagalah persatuan dan kesatuan bangsa; jagalah NKRI. Katakan “tidak” kepada fitnah, provokasi, dan radikalisme berjubah Islam. (editorial/liputanislam/ot)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL