LiputanIslam.com –Begitulah watak waktu yang terus berlari tanpa kenal henti, meninggalkan siapapun yang gagal memanfaatkannya. Tanpa terasa, kita sudah berada di penghujung Ramadhan. Sekitar sebulan yang lalu, ketika Ramadhan tiba, kita merasakan suasana spiritual yang berbeda. Terasa ada kesegaran musim semi di mana bunga-bunga menebarkan wewangian.

Di bulan ini, ada sesuatu yang kita rasakan berbeda. Tiba-tiba saja, kita kita mendapati adanya gerak serentak masyarakat yang menciptakan atmosfer spiritual yang sangat khas; menciptakan kesegaran wewangian spiritual. Semuanya mengajak kita untuk berbuat baik dan memperbaiki diri.

Kita juga telah melewati masa-masa ketika Ramadhan memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan kelezatan nikmatnya ber-khalwat dengan Sang Mahapencipta. Tentu di sini, di antara kita sendiri, muncul respon yang beragam. Ada yang hanya mampu merasakan kelezatannya itu selama beberapa hari saja. Ada yang mampu sampai sebulan penuh. Bahkan ada yang mampu terus merasakan bekas kelezatan itu meskipun moment Ramadhan telah lewat. Sungguh beruntung orang yang mampu memanfaatkan semaksimal mungkin kesempatan ini. Dan sungguh merugi orang yang membiarkan Ramadhan ini berlalu begitu saja.

Ramadhan juga telah memberikan kesempatan kita untuk mengubah sifat dan perilaku. Ramadhan pada dasarnya bisa menjadi moment yang sangat bagus bagi siapapun juga yang selama ini merasa punya sifat dan tabiat buruk, dan ingin mengubah sifat tersebut. Fitrah manusia sebenarnya selalu mengajak kita untuk menjadi orang baik. Keberadaan sifat buruk itu juga pada hakikatnya merupakan siksaan bagi setiap manusia. Artinya, ada fitrah yang selalu mengajak para pendosa untuk berubah; untuk mengubah keburukan menjadi kebaikan.

Para ulama menyatakan bahwa sifat dan tabiat buruk muncul akibat lemahnya seseorang melawan godaaan hawa nafsu. Dari sisi ini, Ramadhan adalah kesempatan yang sangat bagus untuk memperkuat diri dalam rangka melawan hawa nafsu. Bulan Ramadhan memberikan kesempatan agar kita bisa meraih kemampuan itu.

Dan, semua moment dan kesempatan itu makin mendekati masa-masa akhirnya. Berbahagialah bagi yang sudah melewatinya dengan baik. Bagi yang belum bisa, masih ada sisa beberapa hari ke depan, untuk mencecap tetes-tetes terakhir rahmat , keberkahan, dan ampunan Ilahi di bulan suci ini.

Selamat tinggal Ramadhan! Semoga kita berjumpa lagi di tahun depan. (editorial.liputanislam/ot)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL