save-okLiputanIslam.com–Krisis Suriah kini memasuki babak baru.  Media-media mainstream beramai-ramai menebar seruan penyelamatan warga sipil Aleppo. Tagar SaveAleppo memenuhi ruang medsos. Narasinya sama: Aleppo, kota terbesar di Suriah, sedang menghadapi krisis kemanusiaan. Pasukan pemerintah Suriah (Assad) dengan dukungan Rusia, Iran, dan Hizbullah, telah menggelar serangan brutal hingga menyebabkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah yang banyak.

Seperti biasa, seruan itu solidaritas Aleppo itu disertai dengan penyebaran beragam foto yang diklaim sebagai anak-anak Aleppo yang menjadi korban kekejaman Rezim Assad. Seperti biasa, berbagai foto tersebut kemudian terbukti sebagai foto palsu, karena foto-foto itu sebenarnya sama sekali tidak terkait dengan situasi terkini di Aleppo, Suriah. Sebagian foto diambil dari Gaza, sebagiannya dari Irak, Yaman, bahkkan Azerbaijan. Ada yang terkait dengan Suriah, tapi kejadiannya bukan di Aleppo, dan pelaku kekejaman terhadap anak-anak itu justru adalah para pemberontak/teroris yang memang terbukti sangat sadis.

Seperti biasa, kepalsuan foto-foto itu diungkap oleh para blogger dan wartawan independen. Cara yang mereka pakai bisa dibilang sangat simple: masukkan image yang dimaksud di search engine Google, dan Anda akan mendapatkan fakta bahwa itu adalah foto-foto yang berasal dari kawasan lain dan di waktu yang sudah lewat.

Seperti biasa pula, perjuangan para blogger dan wartawan independen untuk mengungkap hakikat dan menepis fitnah itu mendapatkan reaksi keras dari para penyebar hoax. Mereka dituduh Syiah, anti kemanusiaan, pendukung rezim opresif, bahkan dituduh komunis. Yang sangat memprihatinkan –karena ini menabrak prinsip logika yang paling elementer–, kemanusiaan yang dimaksud oleh para penebar hoax itu kembali kepada foto-foto palsu itu. Assad dicitrakan sebagai seorang yang luar biasa ganas dan buas, didasarkan kepada foto-foto yang sudah direkayasa.

Jadi,dalam penalaran mereka, Aleppo harus dibela karena saat ini sedang menghadapi kekejaman rezim Assad. Buktinya adalah foto-foto palsu itu. Lalu, ketika ada yang berhasil membuktikan bahwa foto-foto itu palsu alias hoax, mereka menjawab bahwa pembongkar kepalsuan foto-foto itu adalah pendukung Assad yang represif. Karena itu, kata-kata dari pendukung sebuah rezim represif sama sekali tidak kredibel. Mereka juga menambahkan bahwa seandainya foto-foto Aleppo itu palsu, hal itu tidak mengurangi bukti kekejaman Assad, karena aksi-aksi kejam Assad bukan hanya di Aleppo, melainkan di seluruh penjuru Suriah. Aksi kekejaman itu bahkan sudah berlangsung sejak lima tahun yang lalu.

Nah, kalau Anda tanyakan kepada mereka, apa bukti kekejaman Assad, mereka akan menyodorkan bukti yang lagi-lagi berupa foto, video, dan berita hoax. Ya, lagi-lagi hoax! Lihatlah betapa kacaunya logika yang dibangun.

Inilah kondisi kaum Muslimin sekarang. Mereka terombang-ambing bagai buih di lautan, dipermainkan oleh ombak narasi hoax ala media mainstream dan syahwat politik segelintir orang yang hanya mencintai kehidupan duniawiah.

Di bulan Rabi’ul Awwal yang mulia ini, sepatutnya kita semua merenungi jejak langkah perjuangan Baginda Nabi SAW untuk kemudian meneladaninya. Lihatlah, bagaimana Nabi tak pernah sekalipun menggunakan fitnah dan rekayasa dalam perjuangan menegakkan agama Islam, sekalipun yang dihadapi adalah musuh agama ini. “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.” (Al-Maidah: 8).(fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL